Dinkes Bogor Terima Laporan Puluhan Warga Genteng Keracunan Makanan

• Thursday, 24 Jan 2019 - 18:37 WIB

BOGOR – Puluhan warga RT 01 RW IX Kampung Dekeng, Genteng, mengeluhkan gejala keracunan makanan usai menghadiri acara tasyakuran di desa setempat. Sedikitnya 38 orang dilarikan ke Puskesmas Cipaku selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit UMMI untuk pemeriksaan lanjutan.

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menginvestigasi penyebab puluhan warga yang mengeluhkan gejala keracunan makanan dengan mendatangi lokasi tersebut.

 

"Di bawah kendali Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Surveilans (P2P) kami segera melakukan investigasi ke lokasi,” kata Kepala Dinkes Bogor Rubaeah di Bogor, Kamis (24/1/2019).

 

Menurut dia, berdasarkan investigasi awal, diperoleh informasi kejadian keracunan massal terjadi, Rabu (23/1/2019), pukul 09.00 WIB.

 

Warga awalnya menyantap nasi boks saat menghadiri acara tasyakuran tujuh bulanan warga setempat. Selanjutnya, pukul 14.00 WIB, warga mulai merasakan gejala pusing, mual-mual disertai diare.

 

Sejumlah warga yang mengeluhkan gejala sama mulai mendatangi Puskesmas Cipaku. Sebanyak 38 orang dirujuk ke Rumah Sakit UMMI untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

“Pembiayaan pengobatan untuk 35 orang menggunakan layanan BPJS Kesehatan, sedangkan tiga orang lainnya pembiayaan umum,” ujar dia.

 

Rubaeah menuturkan, hingga saat ini telah teridentifikasi jumlah warga yang diduga keracunan 44 orang. Mereka sudah mendapatkan penanganan, termasuk yang dirujuk ke RS UMMI telah kembali ke rumah masing-masing.

 

“Kondisi terkini para warga itu sudah berangsur membaik,” ucap dia.

 

Untuk penanganan lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kota Bogor mengambil sampel makanan sebagai bahan pemeriksaan laboratorium. Hasilnya akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

 

Dinkes juga membuat surat edaran melalui kelurahan masing-masing yang berisi imbauan agar masyarakat yang akan mempunyai hajatan atau acara khusus, untuk memasak sendiri. Sementara bagi yang pesan ke catering harus lapor ke puskesmas di wilayah setempat, sehingga terpantau dan terkendali pengelolaan makanannya.

 

Editor : Khoiril Tri Hatnanto

Source : iNews