Kementerian PUPR Gelontorkan Dana Rp40,35 Miliar untuk NTT

• Sunday, 27 Jan 2019 - 05:41 WIB

JAKARTA – Sejak tahun 2017-2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakat (PUPR) telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 40,35 miliar untuk penataan kawasan 'Timur Indonesia''. Melalui Ditjen Cipta Karya, sejumlah infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, mulai dirapikan.

 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, beberapa kawasan yang mendapatkan hibah dana pembangunan infrastruktur tersebut, antara lain, Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah dan Pulau Komodo.

"Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN itu direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih,   pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur yang telah disusun oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Basuki memaparkan, pekerjaan infrastruktur yang dilakukan di Labuan Bajo itu telah mencakup; pembangunan pusat wisata kuliner Kampung Ujung, pembangunan jalan, pedestrian, penerangan jalan, serta pembangunan Jembatan di Promenade Kampung Air.

 

Selain itu, Kementerian PUPR juga membangun gerbang, patung komodo, pos tiket, shelter pengunjung, toilet dan signage.

 

"Lalu ada juga jaringan air bersih ke Pelabuhan, pekerjaan sanitasi berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas 170 m3/hari," terang Basuki.

 

Penataan kawasan wisata Labuan Bajo pun mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat setempat, terutama para pedagang yang ingin segera pindah ke kawasan wisata kuliner Kampung Ujung.

 

Meuti, pedagang kuliner mengungkapkan bahwa kawasan wisata Labuan Bajo kini semakin banyak perubahan. Penataannya lebih rapi dan bagus. “Sekarang (kawasan Labuan Bajo) lebih rapi dan bagus,” ujar Meuti.

 

Hal senada juga diungkapkan Warsono, salah satu wisatawan dari Surabaya. “Bagus ya. Kita bisa berfoto dengan keren, apalagi infratruktur jalan menuju kesini juga mulus. Semoga tempat ini bisa segera ditempati pedagang, biar ramai,” katanya.

 

Kini, wisatawan juga dapat menikmati beragam olahan seafood di tepi laut dengan tenda-tenda yang bisa menjadi spot untuk berswafoto. Infrastruktur di  Labuan Bajo pun kini lebih tertata rapi dan siap menjadi salah satu destinasi wisata selain Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Tidar.

 

Menteri Basuki berharap, semakin baiknya fasilitas di Labuan Bajo bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Pasalnya, Labuan Bajo yang berada di Pulau Flores, merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin meneruskan wisatanya ke Pulau Komodo atau Rinca, demi melihat habitat asli komodo.

 

KSPN Labuan Bajo sendiri, merupakan satu dari 10 “Bali Baru” yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang ditargetkan sebanyak 20 juta orang pada tahun 2019. Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.


(FYR)