46 Orang Meninggal Dunia Akibat Demam Berdarah di Jatim

• Tuesday, 29 Jan 2019 - 18:27 WIB
Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypti yang Menyebabkan Penyakit DBD (foto: Ist)

SURABAYA - Setidaknya ada 46 orang meninggal dunia dan 2.660 orang lainnya dirawat akibat penyeberan demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur sendiri tercatat sebagai provinsi kelima dengan kasus DBD terbanyak se- Indonesia.

 

Namun, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur belum menjadikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) DBD. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Heri Santoso mengakui, pihaknya belum menetapkan sebagai kejadian luar biasa karena dianggap belum memenuhi kriteria tersebut.

 

"Tapi ada beberapa daerah yang sudah menetapkan KLB. Tidak semua kabupaten atau kota kondisinya sama. Cenderung spesifik kepada daerah tertentu yang peningkatannya signifikan. Tapi kami tetap memantau terus secara khusus," kata Kohar.

 

 

 

Dari beberapa daerah yang dimaksud Kohar, salah satunya yakni Kabupaten Ponorogo yang telah menetapkan status KLB Demam Berdarah.

 

"Di Kabupaten Kediri ada 12 orang meninggal dunia dari 271 kasus DB yang dilaporkan. Kabupaten Tulungagung yang kedua ada 3 orang meninggal dunia dari 249 kasus," lanjutnya.

 

Kabupaten Bojonegoro menempati urutan ketiga daerah tertinggi kasus demam berdarah dengan 4 orang meninggal dunia dari 177 kasus yang dilaporkan.

 

"Kalau jumlahnya memang meningkat dibandingkan tahun lalu di bulan Januari. Hal ini karena beberapa faktor seperti musim, lingkungan, dan kondisi masyarakat," ucapnya.

 

Dirinya menekankan pentingnya penanganan yang cepat dan tepat untuk meminimalkan wabah demam berdarah dengan menjaga lingkungan sekitar.

 

Source : Okezone