INSTANT FAMILY: Keluarga Penuh Hal Baru

• Sabtu, 2 Peb 2019 - 21:01 WIB

Adopsi biasanya menjadi latar belakang tokoh dalam sebuah cerita. Tetapi di "Instant Family", pengalaman seputar mengangkat anak, justru menjadi tema sentral. Terinspirasi dari kisah nyata penulis dan sutradaranya, Sean Anders, drama komedi ini menceritakan tentang pasangan Pete dan Ellie (diperankan oleh Mark Wahlberg dan Rose Byrne), yang mengadopsi 3 saudara kandung, termasuk seorang gadis 'pemberontak' berusia 15 tahun. 

Menurut Anders, mengadopsi anak asuh bisa menjadi masalah serius bagi keluarga, termasuk ketika sutradara komedi itu beserta istrinya membuat keputusan, mengubah hidup untuk mengadopsi tiga saudara kandung.

”Banyak hal yang terjadi lucu dan banyak yang membuat frustrasi. Untuk memasuki situasi di mana Anda membawa orang ke rumah, yang tiba-tiba menjadi anak-anak. Anda bahkan tidak mengenal mereka dan mereka tidak mengenal Anda, itu seperti komedi sopan santun yang keluar dari pintu gerbang,” kata Anders.

Ceritanya, Pete - Ellie, pasangan yang sudah menikah, ingin memiliki anggota keluarga karena merasakan kekosongan dalam pernikahan. Kemudian, mereka memutuskan untuk mengunjungi pusat pengasuhan dan selanjutnya menghadiri pameran adopsi, untuk dapat menemukan seorang anak.

Mereka pun bertemu Karen dan Sharon, pekerja sosial yang membimbing pasangan penuh harapan untuk menjadi orang tua angkat. Pete dan Ellie dibawa ke pameran di mana mereka dapat memiliki kesempatan untuk memilih anak-anak yang tertarik diadopsi.

Mereka memutuskan untuk mengadopsi satu anak bernama Lizzy. Namun, Lizzy ternyata memiliki dua saudara kandung, Juan dan Lita. Pada akhirnya Pete dan Ellie membawa semuanya ke rumah baru mereka, dan menjadi orang tua asuh dari ketiga anak dengan karakter berbeda itu.

Kehidupan Pete dan Ellie yang awalnya tenang kini penuh warna dengan hadirnya Lizzy, Juan, dan Lita. Pete dan Ellie berharap sanggup menjadi keluarga yang fungsional.

‘INSTANT FAMILY’ memberi pesan tentang keluarga dapat datang dari mana saja. Banyak pelajaran penting  dalam hidup yang kita jalani, sehingga membuat kesan yang mengharukan, lucu, juga menarik hati untuk tinggal bersama. Hal mengejutkan terjadi setiap harinya, seperti anak-anak.

Sutradara Sean Anders menjelaskan perasaan mengangkat anak. “Awalnya terasa seperti Anda mengasuh anak-anak orang lain - tetapi Anda tidak. Mereka tidak akan pergi. Ada segala macam aturan dan hal-hal yang tidak pernah Anda pikirkan setiap hari. Tidak ada kelas untuk mempersiapkan, itulah mengapa diberi judul Instant Family,” jelas Anders.

Dengan ide cerita yang dialami sendiri oleh pembuatnya, Instant Family juga mempertemukan kembali Sean sebagai sutradara dan Mark Wahlberg sebagai aktor utama. Selain itu, Mark dan pemeran remaja Isabel Moner, juga pernah beradu akting dalam "Transformers: The Last Knight".

Meski dipenuhi adegan dan dialog pemancing tawa, Instant Family juga diharapkan mengubah persepsi. Salah satunya dari konsultan "Instant Family", Maraide Green, yang juga menjadi anak adopsi dalam kehidupan nyata.

Maraide berharap, persepsi anak di foster care bisa berubah. “Anak-anak di foster care tidaklah aneh, berantakan, atau gila. Mereka hanyalah anak. Mereka telah mengalami banyak hal-hal berat, tetapi mereka tetap berharga, mereka juga bisa berhasil, dan bahkan bisa melakukan banyak karya luar biasa, jika anda mencintainya," kata Maraide. 

Sementara aktris pendukung, Octavia Spencer, yang berperan jadi pekerja sosial, juga yakin persepsi orang tentang adopsi bisa berubah.

"Sutradara Sean benar-benar menampilkan beberapa masalah serius. Dia menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang adopsi, dan kita membicarakannya di film. Jadi, saya pikir itu pasti dapat membuat dampak besar. Saya berdoa semoga,” kata pemenang Academy Award ini. 

Konsultan Allison Maxon dari Kinship Center, tempat Sean dan istri mengadopsi anaknya, juga dilibatkan dalam riset sehingga menginspirasi penulisan Sean dan John Morris. Menurut Maxon, banyak keluarga yang sangat menantikan Instant Family. 

"Saya harap bisa menghangatkan hati setiap orang. Saya pun selalu berpikir, jika anda tidak bisa mengadopsi, membesarkan anak, anda bisa menjadi relawan, mentor, lalu berdonasi. Anda bisa melalukan apa saja yang akan membantu anak di foster care," kata Maxon.

 

Mulai tayang di bioskop Indonesia pada 25 Januari 2019

Genre: Drama, komedi

Sutradara  : Sean Anders

Pemeran   : Mark Wahlberg, Rose Byrne, Isabela Moner, Margo Martindale, Julie Hagerty, Octavia Spencer

Distributor : United International Pictures (UIP Indonesia)

Durasi: Hampir 2 jam

(MEP)