The LEGO Movie 2: The Second Part

• Selasa, 5 Peb 2019 - 12:03 WIB
Genre: Animasi
Sutradara: Mike Mitchell (“Shrek Ever After,” “Trolls,” “Sky High”)
Pengisi suara: Chris Pratt, Elizabeth Banks, Will Arnett, Tiffany Haddish
Durasi: 1 jam 47 menit
Distributor: Warner Bros. Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 8 Februari 2019 
 
Dalam "The LEGO Movie" sebanyak 3 juta keping LEGO digital dibuat dari goresan awal. Satu per satu dibentuk, diberi bayangan, diterangi, sehingga dalam film-film berikutnya, lebih banyak 'bricks', aksesoris, dan warna ditambahkan. Seperti saat bermain LEGO di dunia nyata, personalisasi kotoran dan goresannya, bahkan menambah keasliannya.
 
 
"The LEGO Movie 2" terjadi di berbagai latar tempat. Pertama, dunia Apocalypseburg: Ekstrem, kacau balau menjelang kiamat, seperti dalam "Mad Max", lengkap dengan api, asap, keringnya gurun pasir, kendaraan lapis baja, dan reruntuhan bangunan di sana-sini. Di sisi lain, ada juga tempat bersih dan rapi, Harmony Town; planet-planet di tata surya Adix; dan Planet DUPLO di mana semua bricks-nya berwarna ceria.
 
Seri bricks yang ditampilkan termasuk debut 2019, warna baru Vibrant Coral. Selain itu LEGO minidolls juga tampil di samping figur mini lain, dan karakter yang tampil di edisi pertama.
 
 
"The LEGO Movie 2" menampilkan lebih banyak obyek seperti stickers dan potongan kain, yang sesuai dengan kecerdasan anak, sehingga mereka merasa membuat sendiri tampilan tersebut. Berbeda dengan "The LEGO Batman Movie" (2017) dengan elemen alam seperti uap dan api dalam pola animasi, "The LEGO NINJAGO Movie" (2017) menekankan pada rumput dan tanah, "The LEGO Movie 2" punya kekhasan, yang pasti lebih mahal dibanding pendahulunya.
 
Lima tahun lalu, "The LEGO Movie" hadir dengan pesan tentang kreativitas, kebebasan berekespresi, kepemimpinan, dan kepercayaan diri. Kini, "The LEGO Movie 2" dengan tokoh utama Emmet dan Lucy, menghadapi ancaman baru yaitu LEGO DUPLO dari planet lain. Penantang tersebut siap menghancurkan segalanya secara lebih cepat.
 
Konflik untuk mengalahkan penyerbu dan mengembalikan harmoni di dunia LEGO, membawa Emmet, Lucy, Batman, dan kawan-kawan ke tempat baru. Galaksi berbeda tersebut diisi planet asing, karakter aneh, dan lagu-lagu 'catchy', yang akan menguji keberanian, kreativitas, dan kemampuan Master Building mereka, serta mengungkap betapa spesialnya mereka. 
 
Dari segi cerita, "The LEGO Movie 2" menyimpan twist menarik, yang tak kalah bagus dengan "The LEGO Movie". Relasi ayah-anak menjelma menjadi hubungan lain dalam keluarga, yang tak kalah 'dalam'. Pesan moral yang disampaikan pun terasa dekat dengan penonton cilik. Khususnya mereka yang mulai beranjak besar, tetapi tetap dekat dengan dunia kanak-kanak.
 
Biar bagaimana pun, kreativitas ada batasnya ketika masuk dalam ranah publik, keluarga, atau orang lain. Yang lebih penting dari kebebasan berkreasi adalah kebersamaan dan saling pengertian dengan siapa saja, termasuk mereka yang lebih muda atau terkesan lemah.
 
Konsep LEGO bisa dimainkan semua orang, perempuan, laki-laki, segala level usia. Mulai dari set DUPLO bagi anak umur 2-5 tahun, sampai film digital dari adult fans of LEGO (AFOL), serta kontes-kontes Master Building skala besar. "Lego adalah permainan yang tak memerlukan baterai. Segala kemungkinan tak terbatas, sehingga itulah yang menginspirasi tim kami," kata Sutradara Mike Mitchell.
 
 
Dalam tampilannya, “The LEGO Movie 2” dikemas dalam warna-warni, desain unik, dan suasana party dengan musik-musik 'upbeat' bahkan sampai end credits. Teknik kreasi dan pola-pola membangun karakternya mirip dengan "The LEGO Movie" di mana setiap tokoh, set, struktur atau kendaraan, dibuat secara digital. Seolah tangan manusia merekatkan brick demi brick LEGO virtual, untuk menjadi satu bentuk yang utuh. Orang-orang di balik layarnya bekerja sama dengan studio animasi Animal Logic, serta bersama tim desain di pusat LEGO di Billund Denmar, untuk membantu desain dan mewujudkan visi mereka secara tepat.
 
Pada saat bersamaan, mereka menghormati nilai-nilai inti yang telah menjadi ciri khas dari film-film ini, serta merek LEGO yang tepercaya selama 60 tahun: kreativitas, kerja tim, dan prinsip dalam permainan — tidak peduli siapa, di mana, atau berapa umur Anda. Dalam cerita ini, khususnya, dengan begitu banyak karakter, kepentingan bersinggungan satu sama lain, sehingga kerja sama sangat dibutuhkan.

 

Setelahnya, siap-siap bermain lebih banyak lagi LEGO, termasuk LEGO DUPLO bagi balita, yang wibawanya telah 'dipulihkan' melalui "The LEGO Movie 2". 

(MAR)