Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Miras Ilegal hingga Sabu

• Wednesday, 6 Feb 2019 - 10:21 WIB
Kapal patroli Bea Cukai bersandar usai berpatroli. Foto: Humas Bea Cukai

JAKARTA – Petugas Bea Cukai terus berkomitmen untuk memberantas peredaran barang-barang ilegal di berbagai wilayah di Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu upaya dalam menjalankan amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menginginkan pemerintah dapat menindak tegas para penyelundup barang ilegal.

 

Nah, kali ini petugas Bea Cukai Bengkalis, Bea Cukai Tanjung Pinang, dan Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan beberapa penyelundupan barang-barang ilegal. Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat mengungkapkan bahwa pada hari Senin 21 Januari 2019 Kapal Patroli Bea Cukai BC 20004 berhasil mengamankan Kapal KM Berlian Laut yang bermuatan kayu teki atau bakau yang diduga ilegal.

 

“Sekitar pukul 03.15 WIB, saat tim sedang melaksanakan ronda laut, tim mendeteksi ada pergerakkan kapal dengan kecepatan sekira 5 knot menuju ke arah Batu Pahat Malaysia. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan 2.750 batang kayu bersama tiga orang awak kapal,” ujar Syarif.

 

Kayu teki tersebut berasal dari Kepulauan Meranti dan akan dibawa ke Batu Pahat, Malaysia tanpa dilengkapi dokumen ekspor dan dokumen dari instansi terkait. Tim kemudian membawa kapal tersebut ke Kantor Bea Cukai Bengkalis guna pemeriksaan lebih mendalam.

 

Tidak ketinggalan Bea Cukai Tanjungpinang bekerja sama dengan Bea Cukai Pusat, dan TNI berhasil menahan tujuh minibus dan empat truk yang kedapatan mengangkut minuman keras (miras), rokok, alat infus, kasur, karpet, susu, dan kertas asal Kawasan Bebas Batam tanpa dilengkapi dokumen Pabean.

 

“Atas penindakant tersebut petugas Bea Cukai Tanjungpinang telah melakukan penahanan kepada dua orang tersangka berinisial A dan C,” ungkap Syarif. Bea Cukai juga akan segera melakukan penahan terhadap tersangka lainnya guna menciptakan keadilan dalam hukum.

 

Masih di Kawasan Kepulauan Riau, Bea Cukai Batam pada Kamis 31 Januari 2019 berhasil menangkap seorang penumpang yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu. “Petugas kami di Bandara Internasional Hang Nadim mencurigai salah seorang penumpang saat melewati x-ray. Terhadap penumpang tersebut kami lakukan pemeriksaan,” tambah Syarif.

 

Setelah dilakukan pemeriksaan penumpang tersebut kedapatan membawa empat bungkusan plastik yang ditaruh di dalam sepatunya. Dari hasil pengujian, barang dalam plastik tersebut merupakan narkotika jenis sabu seberat 932 gram.