Intensitas Hujan Tinggi Penyebab Landasan Bandara Juanda Terkelupas

• Friday, 8 Feb 2019 - 15:19 WIB

SIDOARJO - Terkelupasnya Landasan Pacu Bandara Juanda Surabaya yang menyebabkan operasional Bandara Juanda ditutup 3 jam Kamis kemarin, membuat PT Angkasa Pura 1 Surabaya terus meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan landasan. Beberapa fakta ditemui pada sistem landasan yang umumnya di Indonesia hanya memiliki 1 landasan, kecuali Cengkareng dan Ujungpandang.

Struktur perkerasan di Bandara Juanda dan juga sebagian besar bandara di Indonesia dibangun dengan lapis permukaan yang relatif tebal dan lapis pondasi yang tipis di atas tanah dasar yang minim perbaikan tanah dan dibangun dalam waktu singkat karena hanya dipergunakan bagi pesawat-pesawat kecil untuk kepentingan militer (mesin perang).

Ketika bandara beralih fungsi untuk kepentingan penerbangan sipil yang terus berkembang sejalan industri penebangan, dimana pesawat yang dilayani memiliki beban jauh lebih besar dibandingkan beban pesawat yang digunakan pada desain awal.

Untuk menyikapi hal tersebut, landasan ditingkatkan dengan pelapisan secara berulang sehingga tercipta system perkerasan “multi layer” yang cenderung tidak stabil sehingga menimbulkan pola kerusakan landasan yang kompleks.

Dengan tingginya frekuensi penerbangan maka bandara dituntut untuk memperpanjang waktu pelayanannya, sehingga hanya menyisakan waktu yang terbatas untuk pemeliharaan.

Peningkatan frekuensi penerbangan juga mengakibatkan umur lapis permukaan menjadi lebih pendek , keausan lapis permukaan datang lebih cepat yang ditandai dengan munculnya retakan-retakan lubang pada permukaan landasan yang apabila hujan akan terisi air dan menyebarkannya ke daerah sekitarnya.

Air yang meresap tersebut selanjutnya akan mengakibatkan gagalnya fungsi “tack coat” (perekat antar layer) sehingga lapis permukaan terkelupas.

Pada kasus Bandara Juanda, kerusakan tidak saja karena rusaknya lapis permukaan, namun juga oleh rendahnya daya dukung pondasi di titik-titik tertentu, yang mengakibatkan penurunan setempat, sehingga munculah keretakan pada permukaan landasan.


Guna penyelesaian permasalahan landasan yang komprehensif dan bersifat jangka panjang, perlu dilakukan rekonstruksi landasan “multi layer” secara totalitas, yang dalam pelaksanaannya harus di tutup dan diperlukan adanya landasan pengganti yang akan berfungsi sebagai dual landasan pada saat rekonstruksi selesai, sehingga kehandalan sistem menjadi meningkat, seiring dengan meningkatnya kinerja pemeliharaan landasan akibat tersedianya waktu yang cukup untuk pengecekan dan perbaikan.

General Manager PT Angkasa Pura 1 Surabaya Heru Prasetyo menegaskan, untuk pemeliharaan dan perbaikan Landasan Pacu di Bandara Juanda, pihaknya telah melibatkan tim ahli dari ITB dan ITS yang telah ditunjuk oleh Angkasa Pura.

Menurut Perwira menengah TNI AL ini, jika terjadi insiden aspal amblas atau aspal terkelupas, itu murni dipengaruhi oleh faktor alam. "Kita sudah berusaha maksimal untuk pemeliharaan, pengawasan, dan perbaikan landasan," kata Heru.