#2019PasarBersihSehat, Transformasi Perumda Pasar Jaya Pulihkan Daya Beli

• Friday, 8 Feb 2019 - 15:58 WIB

Jakarta  – Berbelanja di pasar tradisional selalu identik dengan rasa tidak nyaman dan kotor. Seiring dengan berjalannya waktu, pola berbelanja masyarakat mulai berubah dari pasar tradisional ke pasar swalayan atau supermarket. Masyarakat menginginkan berbelanja di tempat yang modern, nyaman, bersih, dan sehat. Namun bagaimana dengan masyarakat menengah ke bawah? Tentunya mereka tidak selalu bisa mengikuti perubahan yang terjadi saat ini, mengingat tingkatan ekonomi mereka yang kurang mampu beradaptasi. Apalagi, situasi ekonomi yang tidak menentu saat ini telah menggerus tingkat daya beli masyarakat menengah ke bawah.

Melihat hal tersebut Perumda Pasar Jaya, yang dikenal sebagai operator pasar tradisional di Jakarta, akan bertransformasi menghadirkan pasar yang bersih dan sehat serta tertib untuk masyarakat konsumen dan pedagang. Melalui program #2019PasarBersihSehat, Pasar Jaya bertekad untuk mengembalikan kejayaan pasar tradisional yang senantiasa menjadi motor penggerak ekonomi rakyat ke track awal sesuai visi misi perusahaan.

“Program #2019PasarBersihSehat adalah milestone bagi Perumda Pasar Jaya untuk berbenah diri menyediakan ruang yang bersih dan sehat bagi pedagang UMKM dan masyarakat yang berbelanja. Kami ingin hadir di tengah masyarakat yang saat ini daya belinya sedang turun. Kami ingin masyarakat kembali berbelanja ke Pasar Jaya, dengan harga yang terjangkau dan  kondisi pasar bersih dan sehat, bukan ke supermarket,” jelas Ketua Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, Rikrik Rizkiyana, di Jakarta, Sabtu (2/2/2019) dalam siaran persnya.

Program #2019PasarBersihSehat yang dicanangkan Direksi Pasar Jaya pada Selasa (29/1/2019) dinilainya sebagai titik balik untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang mengalami penurunan daya beli dalam mengakses barang-barang kebutuhan pokok karena peningkatan harga-harga.

Maka dari itu, lanjut Rikrik, jajaran Pasar Jaya akan merangkul kembali masyarakat konsumen dan pedagang UMKM untuk kembali ke pasar tradisional dengan menyediakan fasilitas yang layak. “Kami akan hidupkan lagi semangat para pedagang UMKM. Mereka adalah motor penggerak ekonomi rakyat. Dukungan yang kami berikan adalah dengan memberikan fasilitas yang bersih dan sehat serta tertib,” kata Rikrik.

Melalui transformasi ini, ia berharap para pedagang di dalamnya dan pengunjung sama-sama bisa menjaga kebersihan sehingga menciptakan pasar yang sehat dan nyaman serta tertib. Selanjutnya mereka juga akan diarahkan untuk mulai memiliki budaya menjaga kebersihan pasar. Bahkan jika perlu, perilaku mereka akan dikontrol lewat CCTV yang dipasang di setiap sudut pasar, disertai sistem punishment and reward terkait yang wajar.  Dengan mendukung program ini, mereka akan mendapatkan manfaat di mana pembeli atau konsumen terus meningkat, dan akhirnya akan menciptakan pula banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

“Tahun 2019 ini adalah waktu yang tepat untuk jajaran Pasar Jaya membenahi diri dan menjadi titik awal Pasar Jaya ke arah perbaikan dan  kemajuan. Dalam hal ini Dewan Pengawas juga menaruh perhatian yang sangat besar untuk program 2019, salah satunya akan mengadakan banyak sidak ke pasar-pasar, mendorong Direksi untuk membuat kriteria kinerja bagi kepala pasar dan jajarannya  terkait kualitas kebersihan dan kesehatan serta ketertiban area pasar, dan pengawasan ketat kepada vendor-vendor Pasar Jaya yang terkait dengan kebersihan dan ketertiban,” tegas Rikrik.

Ia juga mengusulkan kepada Direksi untuk mengadakan  family gathering dengan mengundang seluruh keluarga karyawan untuk berkumpul di pasar-pasar untuk  melihat kondisinya sehingga tercipta sense of belonging seluruh keluarga besar Pasar Jaya.

Ke depan, ia berharap dengan adanya program gerakan #2019PasarBersihSehat seluruh masyarakat di DKI Jakarta bisa merasa nyaman dan aman ketika berbelanja di Pasar Jaya. Program ini tentunya harus didukung dengan sosialisasi dan edukasi secara rutin.