Mewarisi Persahabatan Soekarno Sihanouk, Menko Puan Sambangi Kamboja

• Thursday, 14 Feb 2019 - 21:33 WIB

Phnom Penh - Hubungan Soekarno dengan Raja Norodom Sihanouk seperti kakak – adik, begitu yang digambarkan oleh Bernard Krisher seorang wartawan dalam memoir yang ditulisnya yang berjudul  Sihanouk Reminisces: World Leaders I Have Known. Hubungan mereka bahkan terus berlanjut meskipun Soekarno tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Dua tahun sebelum meninggal, Soekarno mengirimkan sepucuk surat yang mengharukan sekaligus hadiah berupa keris sultan yang terbuat dari emas dan gading.   Bahkan setelah Soekarno wafat,  Sihanouk tetap rajin berkunjung ke Indonesia untuk menemui istri dan anak-anak sang proklamator.

Kedekatan Indonesia – Kamboja, khususnya Soekarno – Sihanouk juga tergambar jelas di Royal Palace, Phnom Penh. Banyak arsip foto yang menggambarkan kedekatan Soekarno dengan Sihanouk dalam berbagai kesempatan pertemuan.

Persahabatan antara Soekarno – Sihanouk dan Indonesia – Kambojo  terus terjaga, bahkan akan melebihi batas usia persahabatan  mereka. Hal tersebut dibuktikan saat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, menjadi tamu kehormatan mewakili Pemerintah Indonesia yang diundang langsung oleh Pemerintah Kerajaan Kamboja khususnya Raja Norodom Sihamoni  pada perhelatan akbar Pagelaran Budaya 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kamboja yang digelar di Gedung Chaktomuk Theatre, Phnom Penh.

Menko Puan, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya hubungan Indonesia-Kamboja yang telah terbina selama 60 tahun. Menko PMK juga menceritakan bahwa pada periode tahun 1959-1965, Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno telah berkunjung 5 kali ke Kamboja dan bertemu dengan Raja Norodom Sihanouk yang merupakan Raja Kamboja periode pertama. Soekarno juga mengagumi kota Phnom Penh yang cantik dan bersih.

Menko Puan juga bercerita bahwa kunjungan Soekarno ke Kamboja saat itu lebih banyak dibandingkan dengan pemimpin negara manapun sehingga keluarga kerajaan Kamboja sudah menjadi teman dekat keluarga Soekarno hingga saat ini.
Kedekatan Indonesia – Kamboja juga dibuktikan dengan Indonesia menjadi salah satu negara yang membantu Kamboja dalam usaha menjaga keamanan untuk mencapai perdamaian.

Kini,  Menko Puan mewarisi persabatan, Soekarno – Sihanouk atau Indonesia – Kamboja. Sebagai simbol persahabatan, Menko Puan  memberikan kenang-kenangan dari Pemerintah Indonesia berupa cenderamata kepada Pemerintah Kerajaan Kamboja berbentuk kerajinan tangan wayang Kresna yang terbuat dari perak.  “Saya berharap kedepannya hubungan kedua Negara ini dapat terus berkembang dalam suasana persahabatan, saling percaya, dan saling menghormati, terutama pada masa King Father Norodom Sihanouk hingga saat ini,” ucapnya. (ANP)