Artis Yuki Kato, Tak Takut Jalani LASIK di KMN EyeCare

• Tuesday, 19 Feb 2019 - 22:41 WIB

Jakarta - Yuki Kato, artis berdarah campuran lndonesia - Jepang, yang kini menjadi pemandu acara lndonesia Pintar di SCTV dan juga The Comment di Net TV, menjalani tindakan LASIK di KMN EyeCare pada 12 Februari 2019 lalu. Yuki Kato awalnya enggan melakukan LASIK, namun setelah memikirkan secara mendalam manfaat diperolehnya, artis kelahiran Malang ini memutuskan menjalankan LASIK di KMN EyeCare. Dr. Maya E. Soewandono SpM adalah spesialis mata yang menangani LASIK Yuki Kato.

"Setelah LASIK saya merasa senang sekali, karena mata saya tidak lagi tergantung pada lensa kontak dan kaca mata. Awalnya memang sempat ragu, tapi kemudian malah pengin buru-buru ngejalaninnya. Ternyata hasilnya luar biasa. Saya nggak perlu lagi ganti lensa kontak dan kaca mata kalau mau melakukan aktivitas apapun. Ketika mau menjalani LASIK juga saya nggak takut karena tim dokter dan perawatnya memberikan support penuh. Mereka santai dan sayapun ikutan santai," ujar Yuki Kato pada di KMN EyeCare - Jakarta (19/2/2019).

Sesuai informasi pada website KMN EyeCare, www.klinikmatanusantara.com, LASIK (Laser Assisted in Situ Keratomileusis) sendiri adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan ketergantungan seseorang pada kacamata atau lensa kontak, dengan mengubah kelengkungan kornea menggunakan laser.

"Tindakan ini sangat aman dan hanya memerlukan waktu kurang dari 30 menit. Seluruh proses dilakukan menggunakan laser dan tidak ada efek apapun setelahnya. KMN Eye Care terus melakukan update terhadap teknoiogi LASIK tercanggih yang ada," ujar Dr. Maya E. Soewandono SpM.

Sementara itu, CEO KMN Eye Care, Dr Rudy C. Susilo, menjelaskan, pihaknya telah melakukan tindakan LASIK kepada banyak selebriti dan juga tokoh-tokoh masyarakat.

“Dari hasil evaluasi, mereka yang menjalani tindakan LASIK tidak terganggu kegiatan rutinnya. Bahkan mereka tetap beraktivitas seperti biasa sampai sekarang," katanya.

Proses LASIK

Proses LASIK sendiri memerlukan tiga tindakan utama: Pemetaan Kornea Mata, Pembuatan Flap dan Personalized Vision Correction (koreksi penglihatan secara individu). Proses pertama ini dilakukan untuk menganalisa dan menentukan karakteristik tajam penglihatan pasien.

"Seperti kita ketahui mata tidak ubahnya sidik jari atau DNA. Kami memerlukan analisa yang sangat akurat dan detail. Pada proses ini, KMN EyeCare menggunakan teknologi terbaru dan tercanggih, yang akan menghasilkan pemetaan (pemetaan 3 dimensi)," ujar Dr Maya.

Langkah kedua adalah adalah pembuatan flap. Pembuatan flap menggunakan teknologi iFSrM Advanced Femtosecond Laser. Pada tahap ini 100 % flap dibuat dengan menggunakan laser (blade free), yang akan menghasilkan flap yang benarbenar personal sesuai mata pasien. Keunggulan teknologi ini adalah: waktu yang lebih cepat, hanya 10 detik, dibandingkan teknologi femtosecond laser lainnya yang memerlukan waktu 30 - 40 detik. Selain itu flap lebih licin dan halus, f/ap memiliki ketebalan yang benar - benar sesuai dengan yang diinginkan dan rata pada semua bidang flap yang dibuat.

Manfaat lain dari teknologi ini, seluruh proses dikontrol 100% oleh komputer, maka menghasilkanflap dengan presisi yang sangat tinggi dengan tingkat keakuratan yang sangat luar biasa. Selain itu Flap dapat dibuat lebih tipis. Sehingga pasien yang tadinya tidak bisa di-LASIK karena korneanya tipis, sekarang memiliki kesempatan untuk menjalani tindakan ini. Ketiga; flap yang tipis mempunyai daya rekat lebih baik, sehingga proses penyembuhan jauh lebih cepat. lebih stabil karena f/ap memiliki bentuk "potongan" yang khusus. Risiko komplikasi juga lebih rendah dibandingkan dengan memakai pisau elektrik (Mikrokeratom). lnijuga mengurangi risiko terjadinya HOA (High Order Aberrations). Bahkan risiko mata kering juga jauh lebih berkurang.

"Langkah selanjutnya adalah Personalized Vision Correction, yaitu proses Laser yang dilakukan oleh Dokter Mata untuk mengoreksi ketidaksempurnaan tajam penglihatan dengan mengubah bentuk kelengkungan kornea mata pasieh. KMN Eye Care menggunakan teknologi terkini dan tercepat di tahap ini," tandas Dr. Maya Soewandono,_SpM. (ANP)