Bank Muamalat dan BMM Gandeng BAZNAS Kembangkan Balai Ternak di Bogor

• Wednesday, 20 Feb 2019 - 22:15 WIB

BOGOR - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. dan Baitulmaal Muamalat (BMM) menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi mustahik berupa Balai Ternak. Program ini dikembangkan di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Acara peresmian Balai Ternak diselenggarakan pada Rabu, (20/2) di Desa Cimande Hilir dan dihadiri oleh Direktur Kepatuhan Bank Muamalat Andri Donny, Kepala Divisi Penghimpunan BMM Galeh Pujonegoro, Komisioner Supervisi Bidang Penyaluran BAZNAS Nana Mintarti, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Bapak Drs. Burhanudin, MSi dan Komisioner BAZNAS Kabupaten Bogor, Bapak KH Ubaidillah.

Andri mengatakan, program ini bertujuan agar penerima manfaat dapat lebih mandiri dari sisi ekonomi karena diberikan modal usaha berupa hewan ternak. Dia berharap, bantuan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga penghasilan para mustahik dapat meningkat.

“Jika penghasilan para penerima manfaat meningkat, hal tersebut sama artinya dengan kita sebagai pemberi bantuan turut berkontribusi dalam program pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya.

Komisioner Supervisi Bidang Penyaluran BAZNAS Nana Mintarti mengatakan, Balai Ternak ini tidak hanya sekadar berupa budidaya hewan ternak saja, tapi juga sebagai balai pakan ternak, balai lelang ternak, balai pengolahan hasil, dan balai pengolahan produk samping.

"Program ini merupakan kerja sama antara BAZNAS dengan Bank Muamalat Indonesia dan Baitulmaal Muamalat untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mustahik menjadi lebih baik,” katanya.

Para mustahik diberikan modal usaha berupa hewan ternak. Tak sampai di situ, mereka juga mendapatkan pendampingan, pelatihan-pelatihan, serta pemasaran hewan ternaknya. Balai Ternak BAZNAS ini memadukan konsep pembibitan dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil.
 
“Dengan dilakukannya pendampingan dan pelatihan, BAZNAS berharap para mustahik menjadi lebih mandiri," imbuhnya.

Nana menjelaskan, pada tahap awal pengembangkan program ini, sebanyak 423 ekor dengan rincian 180 ekor domba induk betina, 18 ekor domba pejantan, dan 225 ekor bibit dikelola oleh 45 kepala keluarga. Satu peternak mengelola 4 ekor domba induk betina dan 5 ekor bibit domba.

Dari target 180 ekor induk tersebut pada akhir tahun kedua diharapkan bisa menghasilkan minimal 702 ekor anak, sehingga terjadi penambahan populasi menjadi 890 ekor terdiri dari 180 ekor induk awal, 18 ekor pejantan, dan 702 ekor anak.

Dampak secara ekonomi dari usaha peternakan yang dijalankan adalah peningkatan pendapatan peternak per bulan sebesar Rp. 1.780.619,-. Dengan penambahan pendapatan tersebut, peternak akan meningkat penghasilannya dari Rp. 2.094.600,- menjadi Rp. 3.875.219,-.

Jika dibandingkan dengan Garis Kemiskinan Nasional tahun 2018 Rp. 1.601.613, penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 147%. Jika dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Bogor tahun 2019 Rp. 3.763.405, penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 2,97%.

Sedangkan jika dibandingkan dengan Had Kifayah Nasional tahun 2018 Rp. 3.011.142, penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 29%. Jika dibandingkan dengan Had Kifayah Jawa Barat tahun 2018 Rp. 3.062.298, penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 27%.

Selama program berjalan, BAZNAS akan melakukan pendampingan secara intensif selama minimal 2 tahun Pendamping akan menjadi motivator, fasilitator, dan mediator untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, kemandirian kelembagaan, juga kemandirian mental serta spiritual. (ANP)