Diduga Cinta Segitiga, Siti Aniaya Tetangga hingga Babak Belur

• Thursday, 21 Feb 2019 - 11:01 WIB
Ilustrasi Kasus Penganiayaan (foto: Shutterstock)

KOTAWARINGIN BARAT - Nahas dialami Nila Wati (43), warga Jalan Trans Kotawaringin Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. Nila babak belur dihajar temannya sendiri, Siti Nur Cahya Ningsih (40) yang kini jadi tersangka, hingga banyak mengeluarkan darah di bagian kepala.

 

Brutalnya Siti menghajar Nila tanpa ampun, diduga cemburu buta lantaran suaminya Syahrudin dekat dengan Nila.

 

“Jadi pada Selasa 19 Febuarai 2019 pukul 23.20 WIB, Unit PPA Sat Reskrim Polres Kobar menerima laporan TindakPidana Penganiayaan dengan terlapor adalah Siti masih teman korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Tri Wibowo di kantornya, Rabu (20/2/2019).

 

Tri menjelaskan, kasus penganiayaan ini terjadi pada Selasa 19 September 2019 sekira pukul 21.30 WIB di depan rumah korban di Jalan Trans Kotawaringin Kelurahan Baru.

 

“Pelaku Siti Nur Cahya Ningsih (40) adalah warga Jalan Gusti Abdullah RT 02 RW 02 Kelurahan Raja Seberang Kecamatan Arsel,” kata Tri.

 

 

 

Tri pun menceritakan kronologis kejadian atau sebelum terjadi penganiayaan. Pada Selasa 19 Februari 2019 sekira pukul 19.30 WIB, pelaku dan korban karaoke bersama di Royal Family dengan mengajak suaminya dan pamannya. Saat karaoke mereka sempat meminum arak.

 

“Kemudian saat hendak pulang, korban bergoncengan motor dengan Syahrudin (suami pelaku), dan pelaku sama sang paman. Semua dalam kondisi mabuk. Setelah itu korban diantar pulang ke rumah dan Syahrudin kemudian juga pulang ke rumah,” tutur Tri.

 

Tri melanjutkan, sekira pukul 21.30 WIB saat korban duduk sambil minum kopi di depan rumahnnya bersama temannya Rita, tiba-tiba pelaku datang dan melemparkan baju Syahrudin ke arah korban.

 

“Tanpa basa-basi pelaku langsung menarik rambut korban dan memelintirnya (menjambak) dengan menggunakan tangan kanan dan menghempaskan kepala korban ke lantai yang terbuat dari kayu ulin sebanyak 3 kali. Darahpun berceceran di lantai dan muka korban.”

 

Kemudian pelaku pergi meninggalkan korban. Saat pelaku pergi, korban sempat mengatakan jika pelaku dengan kata-kata kasar.

 

“Merasa tidak terima dengan perkataan korban, pelaku kembali lagi dan memelintirnya (menjambak) rambut korban dengan menggunakan tangan kanan dan kembali mengehempaskan kepala korban ke lantai yang terbuat dari kayu ulin sebanyak lebih dari 1 kali,” ucap dia

 

Saat kejadian teman korban yang bernama Rita hanya berteriak untuk menyudahi penganiayaan tersebut. “Rekannya takut untuk melerai. Setelah itu korban berlari dan meminta pertolongan dan pelaku kabur,” urai dia

 

Menurut Tri, atas laporan korban ke kantor polisi, kemudian Anggota Unit PPA Polres Kobar mendatangi warung pelaku, namun pelaku sudah tidak berada di rumah.

 

“Anggota unit PPA baru bisa menangkap pelaku usai mendapatkan informasi bahwa pelaku sudah kembali ke warungnya, dan langsung ditangkap dan dibawa ke Mapolres Kobar untuk diperiksa,” ujar dia.

 

Dalam kasus ini pelaku dijerat Pasal 351 KUH Pidana ayat 1 tentang Penganiayaan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

 

Sementara itu, tersangka Siti mengaku tega menganiaya temannya sendiri lantaran cemburu suaminya Syahrudin dituduh dekat dengan Nila. “Saya cemburu dia (Nila) dekat dengan suami saya,” jawabnya singkat dengan muka marah saat diperiksa penyidik Unit PPA polres Kobar.