Antisipasi Munajat 212, PT KAI Lakukan Rekayasa Pola Operasi

• Thursday, 21 Feb 2019 - 16:34 WIB
(Foto: Reuters)

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bersama Lembaga Dakwah Front dan Majelis Taklim se-Jabodetabek akan menghelat acara bertajuk Munajat 212 di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Kamis malam nanti.
 

Kegiatan yang mengusung tema "Mengetuk Pintu Langit untuk Keselamatan Agama, Bangsa dan Negara" ini diselenggarakan dengan tujuan mengajak umat Muslim untuk berdoa bersama menjelang Pemilu 2019. Kegiatan itu tentu berpontensi memicu kemacetan di beberapa ruas jalan, khususnya menuju Stasiun Gambir yang terletak bersebelahan dengan Monas.
 

Meskipun aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan Monas guna mengurai kemacetan, namun kegiatan Munajat 212 ini tetap berimbas pada penumpang kereta api (KA).


“Penumpang yang akan naik KA berpotensi terjebak kemacetan lalu lintas dan kesulitan menuju Stasiun Gambir,” ungkap Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Edy Kuswoyo, Kamis (21/2/2019).

 

Guna mengantisipasi hal tersebut, PT KAI Daop 1 Jakarta memberlakukan kebijakan rekayasa pola operasi yang dinamakan berhenti luar biasa (BLB). Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA ini dilakukan mulai pukul 17.02 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB.
 

 
Antisipasi Munajat 212, PT KAI Lakukan Rekayasa Pola Operasi

Berlaku mulai keberangkatan KA 7078 (Argo Parahyangan Tambahan) sampai dengan KLB 7098A (Argo Parahyangan Tambahan). Keseluruhan terdapat 14 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir yang akan drekayasa pola operasi pemberangkatannya.