Bangkai Beruang Madu Ditemukan Membusuk di Subulussalam Aceh

• Friday, 22 Feb 2019 - 14:07 WIB
Proses evakuasi bangkai beruang madu yang terjerat jebakan babi. (Foto:Ropi Rahendra).

SUBULUSSALAM - Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Subulussalam menemukan seekor beruang madu yang mati dan membusuk di areal perkebunan warga. Satwa ini mati diduga akibat terkena jebakan hama babi milik warga.

 

Beruang madu tersebut mati dalam kondisi tubuhnya terjerat tali, di areal perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Siperkas, Kecamatan Rundeng. Melihat dari cara matinya, BKSDA menduga beruang tersebut terkena jebakan babi.

 

Kasat Polhut Wilayah II, Kota Subulussalam, M Jafar mengatakan, warga yang memang memasang jebakan tersebut diminta tak membiarkannya sampai malam hari. Selain membahayakan keberadaan warga lain, jebakan ini juga bisa mengancam keberadaan satwa langka.

 

"Memang ya tidak dilarang juga. Tapi, kalau bisa jangan sampai malam pasangnya. Bagaimana kalau mengenai si pemilik kebun, atau anak-anak yang kebetulan bermain," kata Jafar di TKP penemuan jasad beruang madu, Kota Subulussalam, Aceh, Jumat, (22/2/2019).

 

Hingga saat ini, pihak BKSDA bersama tim gabungan masih terus mendalami kasus kematian beruang madu di areal perkebunan warga. Karena dikhawatirkan, pemasangan jerat babi ini memang sebagai kedok untuk memburu satwa-satwa liar, dan dilindungi.

 

Apalagi, kata dia, areal kebun sawit warga ini, berbatasan langsung dengan kawasan hutan suaka margasatwa Rawa Singkil. Makanya, BKSDA sementara akan melakukan perlindungan terhadap satwa-satwa lebih dulu.

 

"Kalau sudah, baru nanti pembersihan bangkai (beruang)," ujar dia.