Ini 5 Kecamatan di Jakarta yang Paling Banyak Terserang DBD

• Monday, 4 Mar 2019 - 16:22 WIB
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (Foto: Sarah/Okezone)

JAKARTA - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah menghimpun data sebanyak 2.343 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang. Dari jumlah tersebut, terdapat beberapa kecamatan di Jakarta yang memiliki jumlah kasus DBD paling banyak.

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, yakni Widyastuti menyebutkan kalau 5 kecamatan tersebut ialah Kalideres dengan Incidence Rate (IR) sebanyak 58.21/100 ribu penduduk, kemudian Pasar Rebo (50.5/100 ribu penduduk), Cipayung (50.41/100 ribu penduduk), Matraman (44.15/100 ribu penduduk, dan Jagakarsa (41.6/100 ribu penduduk).

 

“Di tingkat kecamatan sendiri berdasarkan Incidence Rate kita bikin dari yang mulai paling tinggi sampai dengan paling rendah,” ujar Widyastuti di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kawasan Gambir, Senin (4/3/2019).

 

“Saat ini per tanggal 3 Maret jam 17.00 WIB paling tinggi insidence ratenya ada di Kalideres. Kemudian Pasar Rebo, Cipayung, Matraman dan Jagakarsa. Jadi 5 kecamatan ini jadi kecamatan yang incidence ratenya tertinggi di DKI per tanggal 3 Maret,” tambahnya.

 

Nyamuk

 

Selain kecamatan, Widyastuti juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap Rukun Warga (RW) yang rawan akan DBD. Kota Jakarta sendiri memiliki total 84 RW yang dinilai rawan.

 

Dalam pemaparannya, Jakarta Barat memiliki RW yang rawan DBD paling besar, yakni sebanyak 38, sedangkan selanjutnya diikuti oleh Jakarta Timur sebanyak 25 RW, untuk Jakarta Selatan terdapat 11 RW, Jakarta Utara 7 RW, dan terakhir Jakarta Pusat sebanyak 3 RW.

 

“Saya sudah memetakan perkecamatan, jadi incidence rate (IR) perkecamatannya sebagai bagian dari kita untuk lebih fokus. Bahkan kami juga sudah memetakan RW yang rawan. supaya nanti fokusnya tuh enggak semua RW sama,” terang Widyastuti.

 

“Artinya ada jumlah RW rawan kita memiliki sudah kita petakan per kota ada 84 RW rawan. Semua kita perhatikan. Tapi kita fokus juga untuk lebih intens kepada RW rawan. RW rawan ini kita update setiap seminggu sekali, dan kita infokan melalui jejaring yang kita ada untuk dilakukan lebih intens,” katanya.

 

(edi)

Source : Okezone.com