Sektor Transportasi Sumbang Emisi Karbon Paling Besar

• Monday, 4 Mar 2019 - 19:38 WIB
Ilustrasi kemacetan. Penggunaan kendaraan bermotor menjadi salah satu penyebab tingginya emisi karbon.

Peneliti Pusat Peneitian Ekonomi LIPI Maxensius Tri Sambodo menuturkan Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen atas upaya sendiri. Kemudian 41 persen dengan menjalin kerjasama internasional pada 2030 nanti.

 

Namun upaya pengurangan emisi karbon tersebut menghadapi tantangan yang besar.

 

Max-sapaannya- menuturkan, salah satu tantangan pengurangan emisi karbon adalah besarnya penggunaan energi pada sektor transportasi.

 

’’Sektor pembangkit listrik dan transportasi akan menjadi sektor kunci bagi pengurangan emisi karbon,’’ katanya dalam dikusi strategi pembangunan menuju emisi rendah karbon di kantor LIPI di Jakarta Jumat (1/3).

 

Menurut Max pada 2007, konsumsi energi berbasis fosil penghasil emisi karbon di sektor transportasi mencapai 25,9 persen. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 2017 meningkat menjadi 39 persen.

 

Sementara itu pada sektor industri mengalami penurunan dari 43,8 persen di 2007 menjadi 25 persen di 2017.

 

’’Kita dalam kondisi jebakan ekonomi berbasis karbon atau batu bara,’’ katanya. Baginya pembangunan Indonesia ke depan harus bisa mengeluarkan bangsa ini dari jerat jebakan ekonomi berbasis karbon.

 

Dia menjelaskan pada 2000 sebanyak 95,6 persen energi dihasilkan atau berbasis dari fosil. Kemudian pada 2017 terjadi pengurangan sedikit menjadi 93,7 persen.

 

Max yakin pemanfaatan energi fosil itu bisa dikurangi dengan transportasi publik yang memadai. Sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi publik ketimbang kendaraan umum.

 

Menurutnya data dari industri otomatis saat ini jumlah mobil telah mencapai 1,1 juta unit. ’’Harus melakukan sesuatu (perubahan, Red),’’ tutur dia