Diguyur Hujan 5 Jam, Genangan di Jakut Ganggu Aktivitas Warga

• Tuesday, 5 Mar 2019 - 12:30 WIB
Petugas PPSU di Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

JAKARTA - Hujan deras yang melanda selama lima jam membuat jalanan di Jakarta Utara dipenuhi genangan. Meski belum membuat warga mengungsi, namun aktivitas warga terganggu akibat genangan itu.

Di sisi lain kondisi diperburuk dengan saluran air, kali-kali terlihat masih belum tinggi, sementara saluran mulai penuh. Imbasnya meski sudah empat jam, tapi genangan belum menyurut.

Pantauan KORAN SINDO, Selasa (5/3/2019). Kondisi terburuk terlihat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Genangan terlihat di beberapa titik, seperti Jalan Boulevard Barat Raya dan Jalan Raya Gading Kirana. Hal ini disebabkan Kali Bukit Gading Raya (BGR) di kawasan itu meluap sejak dini hari.

 

"Karena air kalinya tinggi jadi meluap ke jalan. Dari habis subuh tadi mas," kata Diro, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelapa Gading Barat. 

 

Bersama dengan sejumlah rekan rekannya, Diro tampak membenahi beberapa saluran air. Sampah yang menumpuk mulai diangkat oleh sejumlah petugas di lokasi. Meski demikian genangan 20 sentimeter terlihat. 

Imbas dari genangan itu, beberapa jalan kemudian terhambat. Genangan membuat sejumlah badan jalan tertutup. Pengguna kendaraan terpaksa menghindari genangan membuat jalanan macet seiring volume kendaraan bertambah.


Tak jauh beda terjadi di Jalan Boulevard Barat Raya, area parkir ruko-ruko yang mencekung membuat air tinggi berada disana. Kendaraan tak bisa terparkir.

Sementara terlihat dari lalu lintas di Jalan Boulevard Barat masih tampak normal, meski genangan setinggi lima sentimeter terlihat di kawasan itu. 

Kondisi tak jauh beda terjadi di belakang kantor Wali Kota Jakarta Utara. Genangan terlihat dibeberapa gang di kawasan itu. Meski belum masuk rumah, namun genangan membuat aktivitas warga terganggu.

Diguyur Hujan 5 Jam, Genangan di Jakut Ganggu Aktivitas Warga
Kondisi Jalan Swasembeda. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

Sejumlah anak sekolah di kawasan itu terpaksa keluar rumah dengan menggunakan pakaian ganti. Mereka membawa serta seragam sekolah di tas menghindari banjir. "Kalau dipake ntarnya basah," ucap Abdul (15), salah seorang pelajar MTs Negeri.

Di sisi lain aktivitas warga yang ngantor terpaksa terganggu, ketinggian air mencapai 50 sentimeter membuat kendaraan tak bisa melintas. Imbasnya mereka terpaksa membiarkan kendaraannya terendam.

"Kalau kita paksain, takutnya ntar malam kerendam dan motor saya rusak," ucap Nanto (37), saat ditemui di kawasan Swasembeda.

Selain Nanto yang dipastikan kesiangan masuk kantor. Adi warga tanjung priok, Jakarta Utara ini juga bernasib sama. Ia terpaksa harus menunda berangkat ke kantor karena genangan membuat dirinya disibukkan dengan menguras air dahulu.

 

 

 

Source : Sindonews.com