WNA Asing Disebut Masuk DPT, Bawaslu & KPU Jabar Data Ulang Pemilih

• Tuesday, 5 Mar 2019 - 17:10 WIB
Ilustrasi

BANDUNG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jabar, tengah instrusikan Bawaslu kepada Kota dan Kabupaten untuk lakukan pengecekan ulang dan pendataan kembali terhadap Warga Negara Asing (WNA) di Jabar.

 

Hal itu dilakukan setelah banyaknya temuan di wilayah Jabar, dimana para WNA masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan umum April mendatang.

 

"Kita instruksikan kepada seluruh Kabupaten Kota di Jabar, untuk mendata WNA yang ada dan melakukan pengecekan kembali, apakah ada yang masih masuk ke DPT," ucap Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan, saat dinkonfirmasi melalui sambungan telefonnya, pada Selasa (5/3/2019).

 

Dirinya mengatakan, ada 10 WNA yang masuk dalam DPT dari data Bawaslu Jabar, diantaranya Kabupaten Cianjur satu orang, Ciamis dua orang, Kabupaten Pangandaran dua orang, Kota Cirebon dua orang, dan dua orang di Kota Bekasi.

 

 

Meski para WNA tersebut memiliki e-KTP atau kartu penduduk, mereka tidak mempunyai hak pilih. Hal itu pun sudah ditentukan dalam Undang-undang Adminduk (Administrasi Kependudukan).

 

"Mereka memiliki KTP, tapi pada prinsipnya yang mempunyai hak itu WNI bukan WNA," katanya.

 

Atas temuan yang ada, ia sudah meminta kepada KPU untuk mencoret WNA yang masuk dalam DPT. Karena para WNA dianggap tidak memenuhi syarat untuk masuk DPT.

 

Sementara itu, menanggapi banyak wna yang masuk dalam DPT Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubarok mengatakan pihaknya tengah lakukan pengecekan terhadap data wna.

 

"Masih dicek dengan Disdukcapil serta KPU Kota dan Kabupaten," katanya saat di konfirmasi di waktu yang sama.

 

Bersama Disdukcapil, KPU pun tengah melakukan tahapan perbaikan DPT yang meliputi perbaikan terhadap Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda, serta DPT yang tidak memenuhi syarat (TMS).

 

"Maka apabila ada WNA masuk DPT maka itu kategori pemilih yang TMS yang harus dicoret tanpa ada rekomendasi dari Bawaslu," ucapnya.