Debat Pilpres 2019 Putaran Ketiga, Sandiaga Uno Berhadapan Dengan Ma'ruf Amin

• Tuesday, 12 Mar 2019 - 08:48 WIB
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Foto: Dok)

JAKARTA – Sandiaga Salahuddin Uno diyakini memiliki senjata khusus pada Debat Pilpres 2019 putaran ketiga yang mempertemukan antar calon wakil presiden (cawapres) itu. Pada debat kali ini cawapres nomor urut 02 akan berhadapan dengan nomor urut 01 Ma'ruf Amin.

 

Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhud Aliyudin mengatakan senjata khusus itu adalah berupa temuan-temuan pihaknya kala bertemu langsung dengan masyarakat saat kampanye.

 

"Pak Sandi akan menggunakan basis data dari hasil temuan lapangan yang langsung dirasakan oleh rakyat," katanya Selasa (12/3/2019).

 

Dari temuan-temuan tersebut, Suhud menambahkan, Sandi diklaim sudah mengantongi berbagai persoalan yang akan dibahas dari tema debat.

 

"Kami menemukan realitas yang bertolak belakang dengan janji-janji kampanye Pak Jokowi terkait bidang yang akan dibahas soal pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya," tuturnya.

 

Suhud memprediksi debat besok akan berjalan lebih menarik. Hal itu karena Sandiaga akan mengupas habis berbagai persoalan yang diserapnya selama bertemu dengan masyarakat. "Semua akan disampaikan dalam debat secara terbuka," ujarnya.

 

Sebelumnya, Sandi mengatakan, akan tampil apa adanya pada debat kandidat Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 putaran ketiga, yang akan dilaksanakan pada 17 Maret ini.

 

"Saya mau tampil tentunya apa adanya. Saya ingin masyarakat mengerti kenapa Prabowo–Sandi hadir dalam kontestasi pilpres ini. Kami ingin memberikan solusi bagi masyarakat," kata Sandiaga dalam safari politiknya di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019).

 

Dia mengaku sangat menghormati lawan debatnya nanti yaitu KH Ma’ruf Amin. Sandi juga mengatakan, pada debat itu, dia ingin tidak saling menjatuhkan dan sikut-menyikut.

 

"Saya menghormati beliau (Ma’ruf), saya muliakan beliau, saya pasti tidak akan, kan kalau murid sama kiainya mengikuti nasihat. Kita ikut saja yang kiai sampaikan, tinggal bagaimana menambah. Bukan saling menjatuhkan, bukan sikut menyikut, tapi memberikan pilihan agar memantapkan para pemilih untuk tentunya menentukan saat 17 April 2019," tutur wakil gubernur DKI Jakarta itu.

 

Editor : Djibril Muhammad

Source : iNews.id