Menghargai Kreativitas dan Relasi Keluarga dalam Wonder Park

• Wednesday, 13 Mar 2019 - 21:06 WIB

Saat kecil atau mungkin sampai dewasa, pernahkah Anda berimajinasi hal-hal luar biasa? Saking kuatnya, khayalan tersebut terasa nyata dan bisa diwujudkan, meski hanya Anda dan orang terdekat yang percaya. Keyakinan seperti itu dialami anak bernama June dalam "Wonder Park". 

Kreativitas dan pengetahuannya membuat June tertarik membangun taman bermain dalam dunia khayal, Wonderland.

Di sana, carousel bukan berbentuk patung kuda atau unicorn, tetapi ikan mas yang bisa terbang bebas ke sana sini. Sungainya mengalir dan bersinar seperti kembang api 4th of July. Atraksinya sangat menantang, termasuk wahana zero gravity, yang tak akan bisa ditemukan di taman hiburan lain.

Bersama ibu tercinta, June membuat Wonderland melalui simpanse cerdas Peanut. Segala imajinasi tentang tempat hiburan terbaik, yang mampu menarik banyak pengunjung, disajikan di Wonderland. 

Namun, indahnya khayalan tersebut sirna ketika ibu jatuh sakit. Kegelapan datang bukan hanya untuk June sekeluarga, tetapi juga bagi Wonderland. June tak lagi tertarik dengan dunia ajaibnya. Dia menutup diri sampai suatu peristiwa membawa June ke tempat aneh. 

Wonderland rupanya tempat nyata di sebuah hutan. June bertemu makhluk dan bangunan kreasinya, tetapi dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Kegelapan misterius mengancam eksistensi ciptaan June. 

Dengan semangat kerjasama dan dialog ceria bersama Boomer Si Beruang Biru, Greta Si Babi Hutan, Gus dan Cooper Duo saudara Berang-berang, dan Steve Si Landak, June berusaha mengenyahkan kegelapan, melalui cara seru khas kanak-kanak. 

Pesan soal keluarga dan daya imajinasi menjadi elemen terpenting dalam "Wonder Park". Pentingnya keluarga terasa sangat kuat saat momen sakitnya ibu dari June. Sang ibu harus pergi sementara dari rumah untuk proses penyembuhan. Ketika itulah, June merasa harus menarik diri dari kehidupan sosial, termasuk kemampuan kreativitasnya sendiri. 

Produser sekaligus penulis skenario André Nemec dan Josh Appelbaum (Teenage Mutant Turtles franchise, Mission: Impossible - Ghost Protocol) berharap, penonton diingatkan, meski seseorang tak bisa hadir secara fisik, namun memori tentang mereka harusnya bisa tetap menjadi pengaruh positif sampai akhirnya kembali. 

"Meski dalam saat-saat berat, kenangan bisa membantu Anda menjadi versi yang terbaik," kata Nemec. 

Seperti yang dikatakan June di akhir film, kegelapan tidak akan hilang. Tetapi mungkin kegelapan hadir untuk mengingatkan tentang cahaya yang mengelilingi kita. ’Kegelapan adalah bagian dari kehidupan. Bahkan pada saat-saat terbaik, kita semua melewati saat-saat gelap terus menerus. Kegelapan perlu ada di sana, sehingga Anda dapat menghargai cahaya. 

Pesan yang kuat tersebut dapat bermakna 'dalam' bagi orang dewasa, sambil mengingat pentingnya relasi orang tua dan anak, serta menghargai kreativitas siapa pun, betapa pun gila bahkan liarnya itu. Sementara penonton cilik akan terhibur dengan aksi kocak tokoh-tokoh "Wonder Park", yang suaranya diisi orang-orang ternama di Hollywood, di antaranya: Jennifer Garner (“Alias,” 13 Going on 30), Mila Kunis (Black Swan, Bad Moms), dan Matthew Broderick (The Producers, Ferris Bueller’s Day Off).

Genre: Animasi
Cerita: Robert Gordon and Josh Appelbaum & André Nemec

Pengisi Suara: Jennifer Garner, Matthew Broderick, John Oliver, Mila Kunis, Kenan Thompson, Ken Jeong, Norbert Leo Butz, Brianna Denski, Ken Hudson Campbell
Distributor: United International Pictures Indonesia
Durasi: 1 jam 25 menit
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 13 Maret 2019

(MAR)