Polisi Tangkap Penyandang Dana dan Perancang Aksi Teror di Sibolga

• Thursday, 14 Mar 2019 - 14:34 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Oolri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Sindo)

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 kembali menangkap dua terduga teroris atas nama AK alias Ameng dan Palias Ogel. Penangkapan dua terduga teroris itu merupakan pengembangan dari tersangka Abu Hamzah, jaringan ISIS Sibolga.

 

"Densus dan Polda mengamankan juga laki-laki bernama AK alias Ameng alias Ameng," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Oolri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (14/3/2019).

 

Dia menjelaskan, Ameng merupakan penyumbang atau penyandang dana atas kelompok teroris yang ada di Sibolga Sumatra Utara untuk membeli berbagai kebutuhan merakit bom.

 

"Kebutuhan untuk merakit bom sebesar Rp15 juta dan terhadap tersangka tersebut dilakukan penyitaan antara lain satu buah bom rompi yang berisi 10 buah bom elbow, kemudian satu kardus berisi bahan peledak yang masih diperiksa di lab forensik," tuturnya.

 

Dedi mengatakan, satu bernama berinisial P alias Ogel, berperan aktif dalam merencanakan yang akan dilakukan tersangka AH. P juga diketahui sebagai perancang aksi teror di Sibolga.

 

"Kemudian satu lagi tersangka atas nama P tau Ogel kepada yang bersangkutan berperan juga ikut aktif dalam merencanakan amaliyah yang akan dilakukan oleh AH dan dua temnnya tersebut. Kemudian perannya juga menyimpan bahan-bahan peledak yang akan digunakan oleh tersangka AH," ujarnya.

 

Sebelumnya, Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan disposal atau memusnahkan sejumlah bahan peledak aktif yang tersisa di rumah tersangka teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).

 

Disposal dilakukan di perbukitan Rindu Alam di kawasan Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng).

 

"Sejumlah bahan peledak yang diamankan oleh Densus 88 berupa tabung gas, kaleng, serta botol-botol. Bahan-bahan peledak itu kan diledakkan di tempat yang jauh dari permukiman penduduk," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Kamis (14/3/2019).