Isentia Indonesia: Apa yang Muncul di Medsos

• Monday, 18 Mar 2019 - 15:57 WIB

Jakarta - Debat Pilpres putaran kedua 17 Februari 2019 lalu, menyisakan banyak perdebatan di dunia maya, baik dari para ahli maupun di antara masyarakat sendiri.
 
Perusahaan media intelligence Isentia menangkap perbincangan terkait di media sosial sebanyak 143.574 buzz selama tiga minggu terakhir, yakni satu hari setelah debat putaran kedua hingga seminggu sebelum dilaksanakannya debat ketiga.
 
Dari perbincangan yang 98,3% berlangsung di Twitter ini, Isentia menemukan kata ‘Data’, ‘Bohong’, ‘Kebohongan’, ‘Lahan’, serta #JokowiBohongLagi sebagai kata yang paling banyak di-mention oleh netizen.
 
“Berdasarkan penelusuran kami, hal ini disebabkan oleh adanya keterangan Sudirman Said dan Dahnil Anzar dari BPN (Badan Pemenangan Nasional) yang mengatakan bahwa Jokowi berbohong dan tanpa data soal kepemilikan lahan Prabowo di Aceh dan Kalimantan,” jelas Rendy Ezra, Insights Manager dari Isentia.
 
Terkait posisi paslon di media sosial, pasangan nomor urut satu, Jokowi dan Ma’aruf Amin mendapatkan share of voice sebesar 59,1 persen dari total perbincangan selama periode ini, dengan net sentiment 0,9 persen. Sementara di sisi lain, Prabowo dan Sandiaga Uno mengumpulkan share 40,9 persen total perbincangan, dengan net sentiment sebesar 3,5 persen.
 
Tentang Isentia
 
Isentia merupakan perusahaan analisa dan monitoring media berbasis Australia, didirikan pada tahun 1982 di Melbourne oleh Neville Jeffress. Awalnya. Isentia hanya menyajikan pemantauan terhadap media tradisional. Namun seiring perkembangan jaman, pemantauan media sosial juga dilakukan oleh Isentia dan diterapkan di Indonesia sejak tahun 2011.
 
Saat ini, Isentia tercatat dalam bursa saham Australia dan telah memiliki 18 kantor cabang di Melbourne, Canberra, Brisbane, Adelaide, Perth (Australia), Wellington dan Auckland (New Zealand), Kuala Lumpur (Malaysia), Singapore, Jakarta (Indonesia), Manila (Filipina), Hoi Chi Minh City (Vietnam), Bangkok (Thailand), Hong Kong, Beijing dan Shanghai (China), Taipei (Taiwan), serta Seoul (Korea Selatan).

(*)