Minuman Bersoda Miliki Risiko Sebabkan Kematian Tinggi

• Wednesday, 20 Mar 2019 - 10:42 WIB
Minuman soda tingkatkan risiko kematian dini (Foto: Huffingtonpost)

PADA saat beraktivitas di siang hari yang terik, tentu Anda merasa cepat lelah dan lemas. Biasanya minuman dingin dan bersoda bisa menjadi pilihan yang tepat. Ya, banyak orang yang mengonsumsi minuman bersoda dan minuman olahraga setiap hari untuk menambah stamina, tapi mereka lebih banyak yang meninggal lebih awal karena penyakit jantung dan kanker.

 

Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat (AS), konsumsi soda bera dan minuman olahraga dikaitkan dengan risiko kematian dini sebesar 28 persen lebih tinggi dari penyebab apapun. Risiko kematian akibat penyakit jantung juga 31 persen lebih tinggi. Sementara risiko kematian akibat kanker meningkat sebanyak 16 persen.

 

“Di AS, sekitar setengah dari populasi mengonsumsi setidaknya satu minuman pemanis gula per hari. Mengganti minuman manis dengan minuman lain terutama air adalah salah satu strategi untuk meningkatkan kesehatan dan umur panjang,” terang Vasanti Malik, seorang peneliti nutrisi di Harvard T.H., menyadur dari Asia One, Rabu (12/3/2019).

 

Soda dan minuman olahraga lainnya adalah sumber gula tambahan terbesar dalam makanan Amerika. Meskipun konsumsi telah menurun dalam dekade terakhir itu telah pulih dalam beberapa tahun terakhir, namun orang dewasa akan mendapat sekira 145 kalori per harinya jika meminum ini.

 

 

 

Penelitian ini bukan eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan apakah atau bagaimana minuman manis dapat secara langsung menyebabkan masalah kesehatan yang bisa membuat seseorang meninggal lebih cepat.

 

Kabarnya hubungan antara minuman manis dan kematian dini tidak sekuat dulu. Para peneliti memperhitungkan faktor diet dan gaya hidup, termasuk beberapa banyak kalori yang dikonsumsi orang. Ketika orang meminuman soda dan minuman manis lainnya mereka memiliki potensi mengembangkan risiko diabetes, penyakit jantung dan masalah kesehatan kronis lainnya.

 

Peningkatan risiko kanker terlihat dengan minuman manis didorong oleh kanker terkait diet termasuk kanker payudara dan pada tingkat yang lebih rendah bisa menyebabkan kanker usus besar.

 

Pada sisi lain, minuman dengan pemanis buatan dapat digunakan untuk menggantikan minuman manis. Namun meminum banyak pemanis buatan juga harus dicegah, meski dinilai bisa membuat orang sedikit mengalami pengurangan risiko kematian dini.

 

 

 

Data analisis tersebut berasal dari 37.716 pria dalam studi tindak lanjut Profesional Kesehatan dan 80.647 wanita dalam Studi Kesehatan Perawat. Para peneliti memperhitungkan faktor makanan lain, aktivitas fisik, dan obesitas, sehingga efek apa pun yang diukur dapat dikaitkan secara independen dengan minuman yang dimaniskan dengan gula.

 

Selama 34 tahun masa tindak lanjut dalam studi perawat, 23.432 wanita meninggal, termasuk 4.139 yang meninggal karena masalah jantung dan 8.318 karena kanker. Sementara selama 28 tahun dalam studi profesional kesehatan, 13.004 pria meninggal: 3.757 karena masalah jantung dan 4.062 karena kanker.(dno)