Tiba di KPK Untuk Diperiksa, Romi Minta Izin Periksa Kesehatannya Diluar

• Friday, 22 Mar 2019 - 10:55 WIB
Romi saat tiba di KPK (foto: Rizki/Okezone)

JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy (Romi) mengaku menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini Jumat (22/3/2019). Tersangka kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) itu nampak sudah hadir di gedung KPK.

 

Romy tiba sekira pukul 09.50 WIB dengan mengenakan rompi khas KPK. Ketika ditanya terkait kondisi kesehatannya Romi mengaku memang sudah meminta izin kepada KPK untuk berobat.

 

"Memang saya sudah dua kali minta kepada KPK untuk bisa berobat di luar, tetapi belum diberi sampai sekarang," kata Romi kepada wartawan di KPK, Jumat, (23/3)2019).

 

 s

Romy mengatakan, dirinya memiliki penyakit sudah lama namun belum melakukan pemeriksaan. Dokter di KPK dinilai tidak mampu untuk menangani penyakitnya itu.

 

"Dokternya disini tidak dalam posisi mampu, makanya saya minta keluar. Tapi sampai hari ini belum diberi," ungkapnya.

 

Diketahui sebelumnya, Romy seharusnya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap jual beli jabatan di Kementrian Agama (Kemenag) pada Kamis, (21/3/2019) kemarin namun saat hendak diperiksa Romy mengeluh sakit. KPK kemudian menjadwal ulang pemeriksaan Romy hari ini.

 

Adapun dalam kasus ini sendiri KPK telah menetapkan tiga tersangka penerima yaitu anggota DPR periode 2014-2019 M Romahurmuziy. Sedangkan diduga sebagai pemberi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

 

 s

 

Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Diketahui, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

 

Atas perbuatannya, dua tersangka pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Sementara Romy, tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (wal)