Ezra Wailan Batal Perkuat Timnas Indonesia U-23 Karena Pernah Memperkuat Timnas Belanda

• Jumat, 22 Mar 2019 - 11:37 WIB
Foto: SINDOnews/Isra Triansyah

HANOI - Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan penyerang naturalisasi Ezra Wailan batal memperkuat Timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23. FIFA tidak menerbitkan izin bermain kepada Ezra karena dia pernah memperkuat Timnas Belanda di Piala Eropa U-17, 2013 lalu. 



Menanggapi hal itu, dalam keterangan yang diperoleh SINDOnews Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Namun, di waktu mendatang PSSI berjanji akan mengusahakan Ezra tetap bisa membela Merah Putih di ajang berbeda. 



"PSSI menghormati keputusan FIFA. Namun, kita masih punya peluang untuk challenge terkait status Ezra," kata Ratu Tisha. 


Dalam kasus Ezra di Piala AFC U-23, AFC mengetahui bahwa Ezra adalah pemain naturalisasi. untuk itu, AFC meminta dokumen pendukung berupa sumpah kewarganegaraan, decree president, dan dokumen lain. 



Setelah itu, AFC meminta agar PSSI mengirimkan surat dari Federasi sepak bola Belanda (KNVB) yang mengklarifikasi bahwa Ezra belum pernah bermain di timnas Belanda.



KNVB merespons dengan keterangan bahwa Ezra pernah bermain di timnas U17 Belanda pada ajang Piala Eropa tahun 2013 lalu. Atas dasar itu, Ezra diketahui pernah bermain di timnas pada kompetisi resmi sebelum ia mengajukan naturalisasi.



Terkait dengan ini, AFC meminta PSSI untuk mendapat persetujuan dari FIFA. PSSI mengaku telah mengirimkan dokumen yang dibutuhkan oleh FIFA (sumpah, decree, pernyataan dari ezra, passport Belanda, passport indonesia - versi Inggris dan Bahasa).



Setelah di review FIFA tetap pada peraturannya bahwa Ezra tidak dapat berpindah asosiasi karena pernah bermain di kompetisi resmi sebelum naturalisasi. 

 

Statuta

Pasal 5

Setiap pemain yang pernah bermain di pertandingan (baik penuh maupun tidak) pada pertandingan kompetisi resmi di setiap kategori dan jenis sepak bola atas nama salah satu asoasiasi tidak diperbolehkan untuk bermain di pertandingan international asosiasi lainnya.

Pasal 8
Apabila pemain tersebut memiliki lebih dari satu kewarganegaraan, atau apabila memperoleh kewarganegaraan baru atau apabila pemain dapat bermain untuk bermain di berbagai tim dikarenakan kewarganegaraannya, ia boleh, ketika telah berusia lebih dari 21 tahun, dan hanya boleh sekali, meminta untuk mengubah asosiasi dimana ia akan dapat bermain pertandingan internasional untuk negara selain dari kewarganegaraannya apabila ia memenuhi kondisi berikut: Ia tidak pernah sebelumnya bermain (baik penuh maupun tidak) di kompetisi resmi pada kategori 'A' match untuk asosiasinya saat itu, dan pada saat ia bermain secara penuh maupun tidak di pertandingan internasional pada kompetisi resmi dari asosiasinya saat itu, ia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang ia hendak bela.


Pada SEA Games 2017 lalu, Ezra bisa bermain untuk Indonesia, itu karena SEA Games tidak berada langsung dibawah yuridiksi AFC dan FIFA dan punya regulasi sendiri terkait ajang multi-event yang melibatkan cabang olahraga sepak bola. (sha)