Satgas Tinombala Tangkap 4 Anggota MIT Pimpinan Ali Kalora, 3 Tewas

• Jumat, 22 Mar 2019 - 14:58 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jumat (22/3/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA - Satgas Tinombala yang terdiri dari gabungan TNI bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 4 anggota jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Sebanyak tiga orang dalam keadaan meninggal dunia dan satu hidup.

 

"Setelah kontak tembak yang berhasil dilumpuhkan Satgas Tinombala tiga orang meninggal dunia atas nama Al haji Kaliki alias Ibrohim, Jaka Ramadhan alias Ikrima, dan Andi Muhammad alias Andi Abdullah alias Fadel," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jumat (22/3/2019).

 

Dedi menjelaskan, empat terduga teroris itu merupakan anggota MIT yang terpisah dari pimpinan Ali Kalora. Hal itu karena kelompok Ali Kalora terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing berjumlah enam orang.

 

Kelompok pertama dipimpin langsung Ali Kalora dan kedua dipimpin Qatar alias Farel. "Kelompok Ali Kalora, dia berada di sisi kanan gunung Salu Marete. Kemudian kelompok yang kedua dipimpin oleh Qatar alias Farel jumlahnya juga sama enam orang," ujarnya.

 

Sebelumnya Satgas Tinombala mendapat informasi pada 14 Maret 2019 bahwa kelompok MIT yang dipimpin Qatar turun gunung ke Desa Marete, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

 

Kemudian, Satgas Tinombala melakukan pengejaran hingga akhirnya terjadi kontak tembak pada Kamis, 21 Maret 2019 kemarin sekitar pukul 16.50 WITA.

 

Dedi mengatakan, pada kurun dua pekan belakangan ini Satgas Tinombala telah berhasil melumpuhkan lima anggota MIT pimpinan Ali Kalora. Hingga saat ini, masih ada tujuh anggota kelompok MIT yang masih dalam pengejaran.

 

"Semoga dalam waktu dekat ini semuanya berhasil diamankan oleh aparat penegak hukum. Khususnya dari Satgas Tinombala terus mengimbau melalui pihak keluarga untuk mengimbau Ali Kalora dan kawan-kawan segera menyerahkan diri dan mengikuti proses peradilan yang berlaku," tuturnya.