Kubu Prabowo-Sandiaga Bantah Sengaja Libatkan Anak-Anak saat Kampanye Terbuka

• Tuesday, 26 Mar 2019 - 10:52 WIB

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membantah sengaja melibatkan anak-anak dalam kampanye terbuka pasangan calon 02, Sandiaga Uno.

Menurutnya, simpatisan Prabowo-Sandi meman sebagian besar ibu-ibu. Pasalnya, ibu-ibu tersebut membawa anaknya saat ikut berkampanye bukan karena suruhan dari tim kampanye.

BERITA TERKAIT+

frame frameborder="0" height="1" id="google_ads_iframe_/7108725/Desktop-Detail-Parallax_0" name="google_ads_iframe_/7108725/Desktop-Detail-Parallax_0" scrolling="no" title="3rd party ad content" width="1">

"Kalau pelibatan anak dalam kampanye kita sih enggak ya, cuma simpatisan Prabowo-Sandi kan hampir 90 persen itu emak emak dan ibu rumah tangga. Jadi mungkin saja saat ikut menghadiri kampanye, anak-anak mereka bawa ya," ujar Arief kepada Okezone, Selasa (26/3/2019).

 Baca juga: TKN Akui Ada Pelanggaran saat Kampanye Terbuka Akibat Sulit Mengontrol Massa

Hal ini dikarenakan, lanjut Arief, ibu-ibu tersebut tidak ingin anak-anaknya ditinggal di rumah. Apalagi, tidak ada yang menjaga buah hati mereka.

"Sebab kalau di rumah ditinggal enggak ada yang jaga. Karena untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga saja, ibu rumah tangga dan emak-emak udah lintang pukang (pontang-panting) agar kebutuhan rumah tangganya bisa terpenuhi oleh penghasilan suami mereka ya," sambung Arief.

Arief menegaskan, kubu Prabowo-Sandi akan patuh terhadap aturan yang sudah dibuat penyelenggara pemilu terkait kampanye terbuka. Ia lalu menyindir adanya oknum yang menggunakan fasilitas negara dalam kampanye terbuka ini.

 Baca juga: Cerita Jokowi yang Kian Kurus Usai Sapa Warga Keliling Indonesia

"Ya nanti kita coba dah untuk tidak melanggar membawa anak anak ya. Yang pasti kita akan patuh aturan dalam kampanye terbuka ya, tidak pakai fasilitas negara ya karena kalau pakai fasilitas negara sama saja korupsi uang rakyat," tandas dia.

Diwartakan sebelumnya, Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengungkapkan, terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden pada hari pertama rapat umum atau kampanye terbuka.

Beberapa peraturan yang dilanggar tersebut oleh kedua paslon adalah mengikutsertakan anak-anak, menggunakan fasilitas milik negara, dan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN).

 Baca juga: Jokowi Ajak Pendukungnya Pakai Baju Putih saat Datang ke TPS

“Misalnya, masih ada anak-anak di dalam kampanye. Padahal itu kan tidak sesuai dengan komitmen kita. Kemudian masih ada penggunaan fasilitas negara dimana ada beberapa pejabat yang menggunakan atau mobil pemerintah,” ungkap Fritz kepada pers, Senin 25 Maret 2019.

“Kemudian, ada ASN yang terlibat dan hadir saat kampanye. Kemudian ada beberapa alat-alat peraga yang bukan alat peraga parpol. Gitu-gitu,” tambahnya.

(Sumber :Okezone.com)