Hary Tanoe Jelaskan Alasannya Terjun ke Politik dan Dirikan Perindo

• Thursday, 28 Mar 2019 - 14:43 WIB

BEKASI - Giat bazar murah di Wisma Benefits, Jalan Raya Pabuaran, Jatiranggon, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, dihadiri Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo didampingi Ketua Umum DPP Kartini Perindo, Liliana Tanaja Tanoesoedibjo, beserta para caleg Perindo.

 

Seperti dikutip okezone.com, Hary Tanoe dalam sambutannya menjelaskan kepada warga yang berada di lokasi terkait alasan dirinya terjun ke politik, hingga akhirnya memilih mendirikan Partai Perindo menjadi bagian dari partai politik di Indonesia.

 

"Jadi begini, saya itu diajak ikut partai politik (A-B-C-D) yang sudah lama-lama ya. Tapi pada akhirnya saya putuskan berjuang dengan kawan-kawan melalui Partai Perindo," kata Hary Tanoe di depan ratusan warga di lokasi, Kamis (28/3/2019).

 

"Kenapa gak datang partai lain? Pertanyaannya, saya kembalikan kepada kita semua, Indonesia sudah sejahtera belum? Belum, Indonesia belum sejahtera, padahal merdekanya sudah lama," ujar pria lulusan Carleton University, Kanada itu.

 

Menurutnya, mayoritas masyarakat Indonesia masih termasuk golongan ekonomi lemah, mulai dari usaha mikro, petani, nelayan, buruh dan lainnya. Dengan kemampuan finansial masyarakat luas yang belum memenuhi standar, kata dia, tentunya rakyat Indonesia belum masuk dalam kategori sejahtera.

 

"Saya jujur disini, sampai hari ini belum saya lihat secara nyata ada partai politik yang berjuang meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil. Itulah kenapa ada Partai Perindo. Partai Perindo itu wadah perjuangan. Bahwa Partai Perindo hadir di tengah-tengah masyarakat, berjuang meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil," tegasnya.

 

Perindo juga berkomitmen akan terus fokus terhadap penciptaan lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran, pendidikan yang layak agar masyarakat semakin produktif, serta kesehatan yang setara di seluruh lapisan masyarakat.

 

"Jadi saya ingin menggarisbawahi, Partai Perindo hadir bukan untuk meramaikan peta politik, tapi wadah perjuangan bagi kita semua, bagaimana bisa ambil bagian penting untuk mensejahterakan khususnya rakyat kecil. Supaya apa, supaya Indonesia bisa maju. Indonesia tidak akan maju, kalau rakyat kecil tetap saja kecil selamanya," pungkasnya.