Ini Kata Nelayan Soal Cantrang yang Jadi Polemik 

• Friday, 29 Mar 2019 - 20:11 WIB
okezone

Jakarta – Isu cantrang kembali menyeruak menjelang pemilu presiden. Ada pihak yang menolak pelarangan cantrang, tapi ada pula yang mendukung. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal sekaligus Pengurus Paguyuban Nelayan Kota Tegal, Riswanto, mengatakan, cantrang secara nyata telah memberikan dampak cukup luas, baik dalam hal penyerapan tenaga kerja, penyediaan bahan baku industri, maupun pengolahan tradisional.

“Kehadiran cantrang bisa dikatakan ikut menjadi daya ungkit perenomian masyarakat Pantura. Cantrang juga merupakan alat penangkap ikan yang produktif untuk mendapatkan hasil yang banyak,” jelas Riswanto, dalam pesan singkatnya, Jumat (29/3). 

Ia membenarkan bahwa alat tangkap cantrang masih menjadi perdebatan atau bahan diskusi yang tak kunjung usai, baik di pemerintah, pengusaha, akademisi, dan masyarakat. Pemerintah menjanjikan akan ada kajian mendalam terkait penggunaan alat penangkap ikan tersebut agar tetap dipakai demi menyambung hidup para nelayan. 

“Nelayan sangat berharap agar cantrang jangan dilarang, tapi diatur. Harus dipikirkan bagaimana agar alat yang berguna untuk menyambung hidup para nelayan itu tetap boleh digunakan, tapi tentunya tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya ikan. Kita semua mencari solusi terbaik,” ucap Riswanto.

Hal senada disampaikan perwakilan nelayan tradisional yang mengatakan bahwa cantrang seharusnya tidak usah dilarang. Tinggal bagaimana memikirkan cara agar penggunaan cantrang tidak merusak lingkungan laut. 

“Menurut saya cantrang seharusnya tidak usah dilarang. Yang penting ketika narik jarang, kondisi kapal itu harus mati mesinnya, jangan mutar-mutar. Itu tidak masalah. Daripada ikan-ikan kita dicuri nelayan asing, kan mending untuk kita sendiri,” jelas Koordinator Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Kuat Wibisono, dalam pesan singkatnya, Jumat.

Ia meminta pemerintah agar lebih memerhatikan nasib dan kesejahteraan nelayan tradisional. Salah satu caranya adalah dengan membuat kebijakan-kebijakan yang memihak nelayan agar kehidupan para nelayan lebih baik ke depan. 

“Kebijakan yang memihak nelayan. Misalnya soal penyaluran dana pinjaman yang seharusnya lewat koperasi-koperasi itu harus tepat sasaran ke nelayan,” kata Kuat.

Sebelumnya dalam beberapa kesempatan bertemu dengan nelayan, yang terbaru di Lamongan, Jawa Timur, Selasa (26/3), Cawapres Sandiaga Uno  berjanji akan mengizinkan para nelayan mencari ikan menggunakan cantrang. Kebijakan pelarangan cantrang menurut Sandi sangat merugikan nelayan. 

"Kebijakan itu sangat merugikan nelayan. Jangan hanya karena kita memperhatikan lingkungan, lantas membuat para nelayan dibatasi mencari ikan. Insya Allah di bawah Prabowo-Sandi nelayan Pantura sejahtera," kata Sandiaga di hadapan para pendukungnya.