Sakit Maag Berulang, Wajar atau Tanda Bahaya?

• Senin, 1 Apr 2019 - 13:13 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock

Sakit maag adalah sakit yang umum di masyarakat. Gejalanya ditandai dengan sakit perut, mual, muntah, kembung, begah, sendawa, rasa terbakar di ulu hati atau dada, dan keluhan lainnya yang bermuara di area perut bagian dada. Dalam istilah kedokteran kondisi ini dikenal dengan nama sindroma dispepsia.

Sakit maag berhubungan dengan gangguan asam lambung yang berlebihan sehingga bisa naik ke esofagus, gas lambung yang berlebihan, gerakan lambung yang melambat, serta adanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter Pylori. Selain itu, sakit maag juga bisa disebabkan karena pola makan yang tidak teratur, mengonsumsi jenis makanan tertentu secara berlebihan, stres, pola hidup yang tidak sehat, serta penyakit berat lainnya seperti diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, batu empedu, dan penyakit pankreas.

Penyakit ini harus segera ditangani dengan baik terlebih jika terdapat infeksi akibat bakteri Helicobacter Pylori. Apabila dibiarkan, infeksi tersebut dapat menyebabkan keganasan lambung bahkan bisa berujung pada kanker lambung. Lantas, bagaimana menyembuhkan sakit maag yang tepat?

"Sakit maag bisa sembuh dengan obat-obatan yang dijual di pasaran. Itu enggak apa-apa dikonsumsi. Sakit maag yang bisa sembuh dengan obat warung namanya simple sakit maag. Tapi kalau sudah berhari-hari minum obat warung 3x sehari sakit maag tak kunjung sembuh, itu harus diperhatikan," jelas dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroentero hepatologi, dr Hendra Nurjadin, Sp.PD-KGEH.

Ditemui Okezone dalam diskusi media 'Gangguan Pencernaan' yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Pondok Indah belum lama ini, dr Hendra menuturkan obat maag yang dijual di pasaran dan dikonsumsi berlebihan memiliki sifat antasida yang mengandung logam berat yaitu aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Kandungan tersebut dapat membahayakan tubuh terutama bagi mereka yang memiliki gangguan ginjal. Oleh karenanya, apabila sakit maag tak kunjung sembuh dengan obat warung, maka segera kunjungi dokter.

"Memang tidak ada pastinya berapa hari boleh konsumsi obat warung, tapi biasanya kalau simple sakit maag 2-3 hari sudah sembuh. Cuma kalau dengan konsumsi obat warung sakit maagnya makin parah, makin berat, itu hati-hati, apalagi jika disertai dengan gejala bahaya, mesti dicurigai," papar dr Hendra.

Gejala berbahaya yang dimaksud oleh dr Hendra adalah mual dan muntah yang tidak membaik dengan pengobatan standar, muntah darah, anemia tanpa sebab yang jelas, penurunan berat badan, kesulitan menelan sehingga makan harus dibantu minum, serta wajah pucat. Selain itu, feses berdarah, berwarna hitam, lengket, dan memiliki bau khas juga merupakan pertanda. Termasuk apabila ada riwayat keluarga yang memiliki kanker lambung.

Lantas bagaimana dengan sakit maag yang berulang? Apakah itu berbahaya?

"Sakit maag itu ada waktunya sembuh, tapi ada waktunya kambuh lagi karena faktornya banyak. Tapi jika sakit maag berulang dan enggak pernah sembuh total atau enggak bisa lepas obat, artinya mesti curiga ada apa. Jangan-jangan ada bakteri yang menyebabkan sakit maagnya enggak sembuh-sembuh, apalagi jika disertai tanda berbahaya," terang dr Hendra.

Apabila sakit maag sudah ada dalam tahap tersebut, maka langkah yang paling tepat adalah segera mengunjungi dokter agar mendapatkan penanganan. Biasanya akan dilakukan serangkaian tes untuk menentukan penyebab dan pengobatan terbaik. Tes yang biasanya dilakukan adalah urea breath test, endoskopi, dan biopsi.

Sumber : Okezone.com