Sukses, 7.289 Penari Rejang Renteng Warnai HUT Ke- 415 Kota Singaraja

• Monday, 1 Apr 2019 - 13:50 WIB

Buleleng - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng akhirnya berhasil menampilkan Tari Rejang Renteng Massal pada Puncak Peringatan HUT Ke-415 Kota Singaraja. Pada gelaran itu, tercatat sebanyak 7.289 orang penari Rejang Renteng yang  berasal dari 144 desa di 9 kecamatan menghiasi beberapa ruas jalan di Kota Singaraja. Seperti Jalan Pramuka, Jalan Ngurah Rai, sampai dengan Jalan Veteran, Singaraja, pada Sabtu (30/3).

 

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, dalam sambutannya mengatakan, para peserta Rejang Renteng sangat berantusias sejak latihan hingga pementasannya. Dirinya menilai, tarian ini selain memberikan persembahan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, tentunya akan memberikan kesehatan lahir batin bagi para penarinya. “Pementasan tarian Rejang Renteng ini memberikan vibrasi dalam pelestarian budaya dan kedepannya saya ingin mereka mementaskan tarian yang lainnya,“ pintanya.


Lebih lanjut Bupati Suradnyana menambahkan, tarian yang diikuti lebih dari 7.000 orang ini adalah tarian dengan jumlah penari terbanyak di Bali, namun dirinya enggan mencatatkan pada rekor. Saya menilai, tarian ini murni sebagai bentuk ketulusan dari para penari yang dipersembahkan ke masyarakat Buleleng,“ tutup Suradnyana.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Gede Komang menyebutkan konsep tariannya adalah Ngayah, yang maknanya adalah persembahan/bekerja tanpa pamrih dengan segala ketulusan dan keikhlasan. “Namun demikian, telah disarankan setiap kelompok penari Rejang Renteng berjumlah ganjil,” Ujar  Gede Komang.

 

Panitia juga melaksanakan ritual persembahyangan khusus di Pura Jagatnatha sesaat sebelum tarian massal dimulai. Ritual itu dipuput oleh 20 orang pemangku, dan diiringi dengan tarian Rejang Renteng yang ditarikan oleh 100 orang penari dari Kecamatan Seririt.

 

“Sepanjang jalan raya tempat dimana tarian sakral itu dipentaskan diperciki Tirta dan Ngerauhang Bija. Barulah setelah seluruh penari nunas Tirta dan Bija, tarian massal itu siap dipentaskan”. Tandas Gede Komang. (ars)