Bantaran Sungai Oya di Bantul Rawan Erosi akibat dampak Banjir

• Monday, 1 Apr 2019 - 14:30 WIB
Ilustrasi luapan sungai (koran sindo)

BANTUL, - Banjir yang melanda Kecamatan Imogiri, Kabupaten, Bantul, DI Yogyakarta pada pertengahan bulan lalu telah menyebabkan bantaran Sungai Oya rusak berat. Kondisi ini menyebabkan sepanjang daerah aliran sungan (DAS) rawan erosi.

Kerusakan bantaran Sungai Oya di Desa Srihardono, Kecamatan Imogiri, memang cukup memprihatinkan. Bantaran sungai menjadi terbuka dan tidak ada pohon penyangga tanah.

"Untuk itu, kita akan restorasi dan tata ulang bantaran sungai ini," kata Dandim 0729 Bantul, Letkol Kav Didi Carsidi, di sela pelaksanaan kegiatan restorasi Sungai Oya, Senin (1/4/2019).

ara yang mungkin dilakukan adalah dengan membangun talud permanen. Namun anggarannya besar dan tidak bisa dilaksanakan dengan segera, karena itu pilihannya yakni dengan cara alami.

Metode yang dipakai yakni penghijauan atau penanaman pohon-pohon dan tanaman keras. Harapannya pohon ini mampu tumbuh dan kuat untuk menahan terjadinya erosi.

"Lebih dari seribu pohon yang kita tanam," ujar nya

Pemkab Bantul dan Kodim Bantul juga membangun talud penahan di beberapa sungai kecil yang bermuara di Sungai Oya. Tujuannya agar luapan air air dapat dikendalikan dan tidak sampai meluber ke pemukiman penduduk maupun lahan pertanian.

Seorang warga, Saimo mengatakan, daerah di bantaran sungai dulunya tidak pernah terdampak banjir. Namun beberapa tahun terakhir air di sungai selalu meluap dan menggenangi permukiman warga.

"Dulu banyak pohon di sepanjang sungai, jadi kuat. Ini bagus ada penanaman lagi," katanya.

 

sumber: Inews.id