Penyelesaian Dewasa Avengers: Endgame

• Rabu, 24 Apr 2019 - 10:47 WIB

Proses pemungutan suara pemilu sudah usai. Yakin kita mau terus-menerus membahas capres? Sudah mau pertengahan tahun loh, yang akan bersamaan dengan libur Idul Fitri, saatnya mulai menikmati waktu bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Salah satunya dengan menonton di bioskop. Apalagi, rangkaian film paling dinanti 2019 sudah dimulai pada akhir April ini, melalui "Avengers: Endgame".

Setelah menunggu setahun sejak "Avengers:: Infinity War" (2018), penonton akan diajak menyaksikan bagian akhir dari pertarungan dengan Thanos memperebutkan infinity stones. Inilah akhir dari rangkaian "The Avengers" (2012), "Avengers: Age of Ultron" (2015), dan "Avengers: Infinity War".

Sebagai edisi ke-22 dari Marvel Studios, cerita dari Marvel Cinematic Universe ini menampilkan tokoh-tokoh pentingnya: Iron Man, Captain America, Thor, dan seluruh eksistensi masa lalu mereka, sehingga "Avengers: Endgame" bisa disebut menjadi ajang reuni untuk bernostalgia.

Diawali dengan kondisi pascakalah perang, Thanos berhasil melenyapkan separuh peradaban. Makhluk hidup termasuk umat manusia menghilang sebagian. Menurut Thanos, keseimbangan telah terjadi. Manusia dianggap akan hidup lebih baik dengan terjaganya ketenangan di Bumi.

Para superhero yang tergabung dalam Avengers, juga dihilangkan secara paksa sebagian. Yang tersisa hanyalah Captain America, Black Widow, dan Hulk - Bruce Banner di markas Avengers.

Meski terlihat dunia menjadi jauh lebih tenang, tetapi tak ada satu pun orang yang bisa menerima rasa kehilangan. Para avengers yang masih hidup tak mau menyerah begitu saja.

Diawali kembalinya salah satu superhero, Avengers perlahan mulai memahami cara terakhir mengalahkan Thanos, sekaligus yang terpenting, memulangkan semua yang mati terhilang.

Namun, metode yang ditempuh tidaklah semudah dibayangkan. Resiko kegagalan dan kematian tetap ada. Belum lagi, Thanos bukanlah musuh yang enteng. Dia dapat kembali berulah, bahkan kembali dengan kelicikan yang lebih jahat. 

Di sisi lain, setengah Avengers yang bertahan, bukanlah superhero yang sempurna. Mereka terbukti pernah kalah. Bayang-bayang konflik internal selalu menghantui relasi mereka. Karennya, rencana akhir ini haruslah berjalan baik atau mereka akan kehilangan segalanya.

Jalan menuju kemenangan itu tidaklah mudah, tetapi tetap layak untuk dinikmati. Penggemar setia Marvel akan dipuaskan dengan berbagai momen tak terlupakan di masa lalu. Sementara penonton awam, tak perlu kuatir tidak memahami jalannya cerita, sebaliknya mereka akan terpancing untuk menonton lagi Marvel Cinematic Universe secara lebih detail.

Produser Kevin Feige juga membuktikan pernyataannya. Meski "Avengers: Infinity Wars" dan "Avengers: Endgame" dibuat dalam empat tahun, namun keduanya tidak diproduksi untuk satu film panjang, lalu dibagi dua.

"Kami ingin membuat dua karya yang berbeda tipe dengan cerita unik masing-masing. Karena itulah kami mencabut 'part one' dan 'part two'. Kami ingin memberi penonton, pengalaman yang lengkap dengan kedua film," kata Feige.

Pada akhirnya, selesai ya selesai. Endgame adalah penyelesaian yang tuntas, tak hanya untuk serangkaian cerita, tetapi juga untuk satu generasi yang akan menghargai proses, sepenting pencapaian akhir.

Dengan adegan emosional dan mengharukan, "Avengers: Endgame" memberi pesan yang 'dewasa' tentang usaha dan perjuangan sampai akhir, sportivitas, pengorbanan, mengakui kekalahan dan kekurangan, sampai waktunya tiba untuk beralih ke generasi baru, selesai, serta berpisah.

Genre: Action, superhero
Sutradara: Anthony and Joe Russo
Pemeran: Robert Downey Jr., Chris Evans, Chris Hemsworth, dll.
Durasi: 3 jam
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Format: IMAX 2D, 2D
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 24 April 2019

(MAR)