MCM Minta Relawan Jokowi Ma'ruf Terus Kawal Hasil Pemilu 2019

• Monday, 29 Apr 2019 - 09:19 WIB

JAKARTA - Perjuangan mengawal hasil Pemilu 2019 belum selesai. Tak hanya soal rekapitulasi hasilnya saja, tapi juga terkait pelaksanaan pemilu kali ini yang dirasa perlu perbaikan.

"Pemilu kali ini sangat runyam sekali. Mungkin ke depan bisa disederhanakan lagi," ujar Ketua Dewan Pembina Masyarakat Cinta Masjid (MCM) Indonesia, Budi Karya Sumadi di sela-sela doa dan tasyakuran atas terlaksananya Pemilu 2019 yang digelar Pengurus Besar Masyarakat Cinta Masjid (MCM) di Jakarta, Minggu (28/4).

Ia mengaku tak menutup mata pada fakta akan banyaknya anggota KPPS dan polisi yang gugur dalam menjalankan tugasnya. Hal inilah yang kedepannya perlu dikoreksi semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pemilu.

Budi Karya juga mengungkapkan, terkait hasil pemilu ini, ada permintaan untuk melakukan rekonsiliasi.

"Benar bahwa kita diminta untuk melakukan rekonsiliasi. Artinya kita tidak perlu jumawa. Kita melakukan suatu persuasi. Agar ke depan kita bicara tentang Indonesia yang satu, Indonesia yang bisa memberikan kehidupan bagi orang banyak," ujar Budi Karya.

Ia juga berpesan kepada seluruh anggota MCM untuk kreatif dalam kegiataan perekonomian. Apalagi, pemerintah saat ini memiliki program-program yang membantu perekonomian rakyat.

"Kita harus kreatif pada kegiatan-kegiatan perekonomian. OJK punya program, BI punya program, kementerian keuangan punya program, Menteri Keuangan juga punya program yang ditujukan untuk pinjaman ibu-ibu. Memang jumlahnya tidak banyak hanya Rp2 juta, atau yang paling banyak Rp8 juta, dan mereka begitu antusias karena memang itu menghidupi mereka," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum MCM, Wishnu Dewanto, menyebut jika syukuran ini digelar juga dalam rangka menunjukkan masih tegaknya ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Ini adalah kemenangan bagi rakyat, rakyat masih sangat membutuhkan Pancasila dan inilah yang harus kita harapkan dan bagi proses hasil pemilu, kita meminta semua pihak menahan diri untuk mengikuti proses dan ketentuan yang ada dengan cara-cara yang pancasilais, karena Pancasila tidak hanya sebagai ideologi saja, akan tetapi Pancasila sebagai sumber dari segala sumber," bebernya.

Wishnu juga meminta relawan Jokowi-Ma'ruf yang terdiri atas Relawan Kita Satu, Relawan Alumni UI, Relawan Alumni UGM, Relawan Alumni ITB, Relawan Alumni IPB, Relawan Alumni Pancasila, Relawan Alumni UBK, DPP Pemuda Bravo 5, Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Relawan Alumni SMA Jakarta Bersatu, Relawan Pesepeda Bersatu, Relawan Projomac, Perwakilan Khotib Jumat DKI, RelawanAir Crew for 01, dan Relawan 1st Voters dapat membantu menyudahi pemikiran kotor yang melemahkan KPU serta klaim-klaim yang menjerumuskan.

"Biarkan KPU bekerja secara konstitusional agar menghasilkan sebuah keputusan yang konstitusional. Saat ini tidak ada yang namanya 01 atau 02, yang ada saat ini adalah 03 yaitu Persatuan Indonesia," pungkas Wisnu. (ANP)