Ini Manfaat Puasa Ramadhan Secara Maksimal untuk Kesehatan

• Monday, 6 May 2019 - 10:20 WIB

JAKARTA - Memasuki puasa hari pertama, ada banyak hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan manfaat berpuasa selama satu bulan penuh. 

Puasa tak hanya merasakan lapar dan haus, faktanya juga baik untuk tubuh. Salah satunya menjadi detoks, membuang racun-racun di tubuh akibat gaya hidup yang tak sehat, seperti kurang istirahat, mengkonsumsi makan tidak sehat hingga paparan polusi akan dibuang. 

"Puasa yang seharusnya dapat dijadikan momen emas untuk ibadah sambil detoks, mencegah dan menurunkan inflamasi (radang) don obesitas, bisa gagal karena makan berlebihan seIama bulan puasa," kata ahli gizi Prof. Hardinsyah, MS, PhD selaku Ketua PERGIZI Pangan Indonesia.

Pada dasarnya, tubuh membutuhkan waktu untuk membersihkan diri dari racun yang ada di tubuh selama 11 bulan terakhir. Saat berpuasa lah menjadi momen emas untuk membersihkan diri dari racun yang telah menumpuk di tubuh. Oleh karena itu, Prof Hardinsyah menyarankan agar masyarakat tidak berlebihan saat berpuasa sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat dan juga hemat. 

"Seharusnya puasa dapat menjadikan penduduk Iebih sehat dan Iebih hemat atau tidak boros. Tapi faktanya, saat puasa bahan makanan naik, melonjak. Itu tandanya masyarakat puasanya tidak benar, kalo benar ya menjadi hemat," ungkapnya.

Sementara, manfaat puasa dikatakan Prof Hardinsyah, tak hanya dirasakan umat muslim saja, juga nonmuslim di berbagai negara. Salah satunya di negara Barat yang diketahui menjalani fasting diet atau diet puasa dan telah terbukti memberikan manfaat bagi tubuh dengan membuang racun di tubuh. Artinya, manfaat puasa tidak terbatas oleh agama.

"Di Eropa, Australia lagi tren fasting diet. Ada yang lakuinnya dua kali sehari, ada yang minum air aja. Puasa nggak liat agama apa aja. Banyak bukti sudah bahwa kita puasa hanya dengan mengurangi makan dan minum selama selama 13 jam, tubuh akan melakukan pembersihan tubuh, debu pun semua akan disedot," tandasnya.