Cara Sahur dan Berbuka yang Tepat agar Puasa Lancar

• Tuesday, 7 May 2019 - 10:26 WIB

JAKARTA, - Puasa tidak sekadar beribadah di bulan suci Ramadan. Puasa dapat dijadikan cara untuk memulai gaya hidup sehat, terutama mengatur pola makan agar terhindar dari makan berlebihan yang memicu sejumlah penyakit tak menular (PTM).

 

Sebab, puasa rupanya memiliki ragam manfaat kesehatan, mulai dari proses detoksifikasi hingga menurunkan berat badan. Hal ini tidak hanya isapan jempol belaka, tetapi juga didukung oleh beragam penelitian ilmiah.

 

Sebuah meta-analisis tentang kesehatan umat Islam selama bulan Ramadan menunjukkan, penurunan berat badan yang signifikan selama periode puasa hingga 1,51 kilogram. Namun untuk mewujudkan ini, tentu ada syaratnya.

 

Sahur

"Jadi sebelum memulai sahur, bangun setengah jam sebelumnya. Ini untuk mempersiapkan lambung agar tidak kaget dan menyebabkan inflamasi halus di lambung," kata Pakar Gizi sekaligus Ketua Pergizi Pangan Indonesia Prof Hardinsyah, MS, PhD di Jakarta, belum lama ini.

 

Hal pertama yang bisa dilakukan setelah bangun tidur, sambung dia, minum segelas air putih. Setelah minum satu gelas air, baru mengonsumsi makanan sahur. Dia menyarankan, untuk makanan sahur sebaiknya tidak berlebihan dan mengandung banyak serat agar rasa kenyang lebih lama.

 

"Serat tinggi memperlambat proses pencernaan, sehingga rasa kenyang lebih lama. Saya sarankan saat sahur tidak mengonsumsi yang manis manis dan bergula, tapi upayakan yang berserat. Kemudian mengonsumsi buah, bisa pisang atau setengah buah jeruk," kata Hardinsyah.

 

Berbuka

Saat berbuka biasanya menjadi momen untuk balas dendam dengan banyak mengonsumsi makanan berminyak dan minuman-minuman yang sangat manis. Ternyata, berbuka dengan makan berlebihan sangat tidak baik untuk lambung dan menghilangkan manfaat puasa dari segi kesehatan. Oleh sebab itu saat berbuka, sebaiknya memulai dengan yang lembut dan manis seperti buah kurma.

 

"Yang pertama, prinsipnya pelan-pelan, tidak tergesa-gesa. Lambung jangan dikagetin. Kalau ingin makan pedas, mungkin setelah taraweh boleh. Buka puasa, mulai yang lembut, yang manis seperti buah kurma, kemudian minum air putih, istirahat, salat atau jeda 15 menit, baru makan malam," kata dia.

 

Namun yang tak kalah penting adalah mengonsumsi makanan seimbang dengan panduan 'Isi Piringku' yang telah dicanangkan Kementerian Kesehatan RI, yaitu mengonsumsi karbohidrat, protein, sayur-sayuran, dan buah-buahan yang seimbang.