22 Mei 2019, Aladdin Hadir di Bioskop Indonesia
Sabtu, 25 Mei 2019
22 Mei 2019, Aladdin Hadir di Bioskop Indonesia

Di luar dari kesan kelam dan misterius dalam trailer awal, Disney's "Aladdin" justru dikemas sebaliknya: mengejutkan.

Fantasi musikal ini hadir membawa keriangan dengan tampilan penuh warna cerah ceria. "Aladdin" adalah kombinasi yang pas dari sejumlah elemen untuk melengkapi, membuat lebih relevan, bahkan mengoreksi versi animasi, 27 tahun lalu.

Sepanjang 2 jam, fans berat Aladdin sejak 1992 akan diajak bernostalgia dengan tokoh Aladdin, Putri Jasmine, dan Genie. Reuni yang menyenangkan ini dimeriahkan musik dan tari ala film Bollywood, dengan sentuhan hip hop Will Smith, pemeran si jin dalam lampu ajaib.

Genie juga diceritakan tak hanya sebagai teman Aladdin, tetapi lebih ke mentor, yang humanis. Dialog keduanya selalu memancing tawa, di tengah senyum-senyum tersimpul saat Aladdin menggoda Princess Jasmine.

Selain perubahan untuk Genie, sifat Princess Jasmine juga digambarkan berbeda dibanding versi pendahulunya.

Ide tentang pemberdayaan perempuan datang bertubi-tubi dari Princess Jasmine. Meski tetap terbeban untuk mencari suami, tetapi putri Disney yang diperankan Naomi Scott ini, juga menjadi lebih berani berpendapat, kritis, dan sangat peduli dengan kepentingan rakyat kecil.

Twist di akhir bagi Princess Jasmine juga menjadi pembeda yang mengesankan dari sisi cerita.

Sementara dari visual, penonton akan diyakinkan dengan detail kota di Agrabah, yang ternyata sebuah kesultanan maritim. Keramaian pasar dan keriuhan warga Agrabah, menambah serunya aksi cepat Aladdin yang selalu dikejar-kejar karena profesinya sebagai pencuri.

Suasana kehidupan masyarakat Timur Tengah pun dimunculkan, baik lewat teriknya gurun pasir, maupun bunyi-bunyian khas di musik pengiringnya.

Nuansa di Negeri Seribu Satu Malam itu terasa cocok untuk menghibur seluruh anggota keluarga dalam libur Lebaran.

Persembahan Walt Disney Studios ini akan membawa penggemar dalam karakter dan lagu-lagu ikonik, dengan sentuhan modern dalamnya.

Dengan nilai-nilai universal, Aladdin yang terinspirasi dari Timur Tengah, legenda Seribu Satu Malam, akan menarik perhatian penggemar lintas generasi, lintas segmen. Produser Jonathan Eirich sangat tertarik mengangkat Aladdin ke layar lebar, hingga bisa direalisasikan pada 2015.

"Film ini memiliki cerita yang kuat dan musik indah, sehingga kami menyadari, tidak banyak hal yang mau kita ubah. Hal ini menjadi tantangan bagi kami, bagaimana memberikan sentuhan baru dalam film ini, namum tetap menyampaikan cerita yang telah mereka kenal dan cintai dari masa ke masa," ungkap Eirich. 

Disutradarai oleh Guy Ritchie, dengan naskah karya John August berdasarkan kisah klasik Roy Clements & John Musker dan Ted Elliott & Terry Rossio, Disney's Aladdin juga menghadirkan kembali komposer pemenang Academy Award Alan Menken sebagai penata musik, dengan deretan lagu orisinil legendaris, serta beberapa lagu terbaru karyanya bersama Benj Pasek dan Justin Paul. 

Di Indonesia, untuk merayakan penayangan Aladdin, Disney Indonesia berkolaborasi bersama penyanyi Isyana Sarasvati dan Gamaliel, menghadirkan versi terbaru "A Whole New World", yang daat diakses di seluruh digital streaming platform, seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, dan Langit Musik. 

Video klip mereka juga siap mengharu-biru penggemar, secara eksklusif di Youtube: disneymusicasiaVEVO.

Selain itu, untuk penggemar di Jakarta juga dapat merasakan keajaiban dunia Disney's Aladdin di Plaza Senayan, sampai 16 Juni 219. Instalasi spesial dengan dekorasi unik,  yang terinspirasi dari film, dihadirkan bersamaan dengan kesempatan berbelanja produk-produk terbaru Disney's Aladdin. 

Selain itu, nantikan juga kejutan spesial Disney's Aladdin di Fountain Area Plaza Senayan, setiap pukul 12.00, 13.00, 15.00, 17.00, 18.00, 19.00 selama periode tersebut. 

Jadi untuk Anda yang tumbuh bersama Disney, setelah remake Cinderella, Beauty and the Beast, dan karya lainnya, maka Aladdin live-action ini dapat menjadi versi lebih refreshing sebagai sudut pandang baru yang luar biasa. A new fantastic point of view.

Sedangkan untuk generasi muda, Aladdin (2019) akan menjadi dunia baru yang diharapkan bisa terkenang seterusnya. A whole new world. 

Genre: Komedi, petualangan
Sutradara: Guy Ritchie (Sherlock Holmes)
Pemeran: Will Smith, Mena Massoud, Naomi Scott
Durasi: 2 jam
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 22 Mei 2019

(MAR)