Tak Kunjung ke Tanah Suci, Jemaah Haji Plus Polisikan Pihak Travel

• Friday, 24 May 2019 - 15:16 WIB
Pemberangkatan jemaah dari asrama haji. (Foto: Dok iNews.id)

PROBOLINGGO, - Puluhan calon jemaah haji di Kota Probolinggo melaporkan dugaan kasus penipuan agen travel haji dan umrah. Sebagian dari mereka mendaftar haji plus, namun tujuh tahun menunggu belum juga berangkat ke tanah suci.

Sekitar 40 orang yang melapor dugaan penipuan ini ke Mapolres Ponorogo Kota. Mereka merasa ditipu agen travel dan umrah berinisial M-DW. Banyak dari mereka mengaku tergiur mengikuti program haji plus yang hanya Rp35 juta.

"Kami ikut program haji plus, tapi tidak berangkat-berangkat," kata seorang calon jemaah haji yang juga korban, Sujadmiko, kepada wartawan di Mapolres Probolinggo, Jatim, Jumat (24/5/2019).

Dia mengatakan, pendaftarannya waktu itu pada 2012. Mereka disebut harus menunggu selama lima tahun untuk berangkat ke tanah suci. Namun tidak lama program tersebut ada perubahan, karena dolar naik dan haji plus menjadi Rp70 juta.

Calon jemaah yang sudah melunasi hingga Rp35 juta, diharapkan menambah biayanya Rp35 juta, sehingga total Rp70juta. Namun, mereka yang belum mampu akan diarahkan untuk ikut program umrah.

"Tapi sampai sekarang mau umrah sekalipun kami tidak berangkat juga ke tanah suci," ujar seorang korban lainnya, Sudarmanto.

Karena sudah menunggu lama, dan pihak agen travel tampak tidak punya iktikad baik, para calon jemaah pun melaporkannya ke kepolisian. Apalagi saat mereka mencoba menghubungi kantor travel, tidak semua tersambung dan dapat berkomunikasi.

Hingga kini polisi masih mendalami dugaan kasus penipuan tersebut, dan meminta keterangan dari para korban. Polisi juga akan memastikan apakah agen travel tersebut dinyatakan bodong atau memang memiliki kelengkapan surat.

 

(Inews.id)