Inilah Program IZI Ramadhan 1440 H

• Friday, 31 May 2019 - 21:05 WIB

JAKARTA - Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menyalurkan sekitar 8.832 paket berupa sembako dan alat salat kepada fakir miskin selama Ramadhan 1440 H.

Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana mengatakan, lembaganya dari awal Ramadhan mengenalkan serangkaian kegiatan Ramadhan, khususnya dalam program Booking Berkah Ramadan.

“Saat ini penyaluran Paket Ramadan melalui Ekspedisi Ramadan sudah mendistribusikan Paket Ramadan sebanyak 8.832 paket. Paket yang berisi sembako dan alat sholat tersebut disalurkan di wilayah nasional dan juga Timur Leste,” katanya dalam koferensi pers di Jakarta, Jumat (31/5).

Selain penyaluran Paket Ramadan, kata dia, IZI juga mengadakan iftar dan menyediakan takjil. Sebanyak 8.638 total keseluruhan takjil yang disediakan selama bulan Ramadhan di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Data penyaluran tersebut dapat menjadi laporan IZI kepada khalayak atas aktivitas IZI di bulan Ramadhan ini,” kata Wildhan.

Sebagai lembaga zakat yang menampung ZIS (zakat, infak, sedekah), terutama di bulan Ramadhan, IZI juga akan menginformasikan mengenai layanan pembayaran ZIS di kantor IZI, khususnya di hari-hari akhir menjelang Idul Fitri ini.

“Tersedianya layanan pembayaran ZIS ini perlu diketahi masyarakat luas, sehingga mereka tidak lagi kebingungan untuk menunaikah kewajibannya,” ucapnya.

Wildhan menjelaskan, masyarakat yang ingin menyalurkan ZIS di hari Sabtu-Senin (1-3/5/19) bisa dilakukan di kantor IZI, dari pukul 06-00 sampai 22.00 WIB. Untuk hari Selasa (4/5) dapat dilakukan sampai dengan pukul 24.00 WIB.

Layanan yang diberikan di kantor IZI berupa pembayaran ZIS cash, dan debit via CED serta scan QR code Go-pay untuk infak. Sementara itu bisa juga melalui aplikasi linkAja untuk zakat dan infak. Fasilitas tambahan yang juga disediakan IZI yaitu, Konsultasi Zakat.

Selain layanan pembayaran di kantor, IZI juga menyediakan pembayaran ZIS Jemput Zakat. Jumput Zakat tersebut bisa menghubungi atau mengirim pesan melalui nomor 081220304021.

“Layanan Jemput Zakat sendiri tersedia dari pukul 08.00 sampai 22.00 WIB. Mudah-mudahan dengan berbagai layanan yang tersedia dapat memudahkan masyarakat dalam membayar ZIS,” katanya.

Zakat Digital

Maraknya perkembangan teknologi mengharuskan semua lini dilakukan secara digital, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) juga ikut mengembangkan zakat digital. Website resmi Zakatpedia.com ini dikelola langsung oleh IZI, sehingga ini menjadi cara yang memudahkan masyarakat.

Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana, mengatakan IZI telah bekerja sama dengan sejumlah platform digital seperti Gojek, LinkAja, dan BukaLapak. “Nah, kita juga develop zakat digital sendiri namanya Zakatpedia.com itu adalah situs yang kita kelola sendiri, boleh dicek,” katanya.

Secara tren, menurut Wildhan, perkembangan teknologi ini benar-benar menghasilkan terobosan baru dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, untuk kemudahan orang bertransaksi zakat. Lembaga-lembaga zakat juga sudah mulai melakukan upaya-upaya ke arah zakat digital, baik mengembangkan sendiri maupun bekerja sama dengan platform.

Dari data yang diperoleh IZI selama dua tahun menjalankan zakat digital, donasi memang terus bertambah namun jumlahnya tidak besar. Misalnya total donasi dalam satu tahun Rp 90 milliar, dari zakat digital ini hanya sekitar Rp 2 milliar saja dari total keseluruhan tersebut.

Untuk di IZI sendiri, pertumbuhan total donasi dari zakat digital ini setiap tahunnya naik hingga 100 persen. Pada 2017 saja, waktu pertama kali IZI digital diluncurkan, total donasinya mencapai Rp 400 juta lalu pada 2018, naik menjadi Rp 1,6 milliar dan pada 2019, ditargetkan menjadi Rp 2 milliar.

“Saya kira memang fitur donasi sudah ada (di beberapa platform). Tapi kalau dari sisi besaran ini tumbuh, tapi belum terlalu besar. Masyarakat cenderung masih merasa nyaman melakukan transaksi secara konvensional,” kata dia.

Alasan cara konvensional masih dipakai masyarakat, karena masyarakat juga terkadang masih ragu dengan beberapa lembaga zakat apakah liar atau tidak. “Ini tumbuh terus lewat digital karena ada kemudahan, tapi mungkin masyarakat masih merasa ragu apakah benar sampai ke penerima manfaat, lalu apakah transaksi online aman atau tidak,” papar Wildhan.

Kini, masyarakat sudah bisa berzakat secara digital tanpa perlu khawatir lagi dengan lembaga-lembaga zakat digital. Masyarakat juga harus memastikan lembaga-lembaga itu telah resmi terdaftar sesuai undang-undang. (ANP)