Ketum PB HMI : Youth Government 2019-2024 Harus Fokus pada Pembinaan Ideologi Pancasila

• Sabtu, 1 Jun 2019 - 09:44 WIB

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Respiratori Saddam Al Jihad, menjadi orang pertama yang memunculkan visi Youth Government saat kongres HMI 2018 di Ambon lalu. Gaung Youth Government mulai disampaikan saat sekolah pimpinan HMI pada 5 Oktober 2018 dihadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

 

Saddam menekankan, Pemerintahan Indonesia tidak akan bisa dipisahkan dengan generasi muda karena faktor generasi milenial (akhir-akhir ini penyebutannya) mempunyai kontribusi demokrasi sebesar 42 persen dalam people power yang substansial.

 

Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN ini mengapresiasi semangat Presiden Jokowi untuk menyambut saran dari HMI untuk membentuk Youth Government.

 

"Menakar bonus demografi dan kontribusi generasi milenial adalah gerakan post-modernisme, untuk mengaktualisasikan gerakan generasi milenial dalam sumbangsih terhadap Pemerintahan Republik Indonesia. Selain itu untuk menjaga persatuan bangsa dan menjaga ideologi Pancasila di level generasi milenial," jelas alumni Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran tersebut dalam keterangannya, Sabtu (1/6/2019).

 

Saddam yang juga sebagai penulis buku Pancasila Ideologi Dunia menegaskan bahwa Youth Government ke depan harus mengakar dan menguatkan pondasi Pancasila. Sebab pemikiran radikalisme di kampus cukup mengakar, sehingga kontribusi khusus mengawal ideologi Pancasila harus hadir dalam ruang Youth Government.

 

Terakhir, alumni Magister Fisip Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa Permenristekdikti 55 tahun 2018 soal pembinaan ideologi bangsa di kampus hasil dari koordinasi antara Menristekdikti dan kelompok Cipayung harus dikawal dan diseriusi, guna mengembangkan sumber daya manusia dengan basis Pancasila. (mus)