Giant Tutup Sejumlah Toko, Aprindo: Persaingan Semakin Ketat

• Monday, 24 Jun 2019 - 11:46 WIB

JAKARTA - Sejumlah gerai jaringan swalayan Giant Supermarket belakangan ini dikabarkan menutup bisnisnya. 

Tutupnya beberapa gerai jaringan swalayan milik PT Hero Supermarket Tbk (HERO) tersebut menimbulkan tanya mengenai kondisi sektor ritel Tanah Air. Dimintai pendapatnya soal penutupan sejumlah gerai Giant tersebut, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menilai langkah itu semata berkaitan dengan upaya efisiensi operasional perusahaan. Penutupan sejumlah gerai, kata dia, tak sama dengan bangkrutnya seluruh perusahaan.

"Mereka enggak tutup, mereka hanya efisiensi. Kalau bangkrut atau tutup kan semua toko ditutup di Indonesia, enggak hanya di Jakarta. Ini kan hanya beberapa toko di Jakarta dan yang ditutup itu karena operasional yang nggak banyak dapat keuntungan," ujar Tutum saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Namun, dia mengakui bahwa banyaknya perusahaan ritel baru membuat persaingan di sektor ini semakin ketat. Karena itu, dia menilai langkah Giant menutup sejumlah gerainya wajar agar bisa kembali bersaing. "Banyak pemain baru, dan industri ritel sekarang punya konsep baru dan strategi yang baru, jadi mungkin karena itu Giant menutup tokonya, biar bisa bersaing dan menyusun langkah bisnis selanjutnya," ujarnya.

Sebagai informasi, setidaknya beberapa gerai swalayan Giant dikabarkan tutup yaitu Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, Giant Ekstra Wisma Asri dan Giant Sentul.

 

sumber: sindonews.com