Promosi Wisata Bahari Melalui Banggai lnternational Tuna Fishing Tournament 2019

• Monday, 24 Jun 2019 - 20:42 WIB

JAKARTA - Indonesia terkenal akan keindahan wisata baharinya. Namun masih ada beberapa daerah yang masih butuh dukungan promosi seperti wilayah Banggai di Sulawesi Tengah.

Padahal pesona bahari Banggai tak perlu diragukan lagi. Anda bisa mengunjungi Pulau Dua yang sekilas mirip dengan Pulau Padar di NTT atau memancing di laut yang menjadi incaran pemancing dunia karena keragaman ikan yang ada di sana.

Itu sebabnya demi menggaet wisatawan mancanegara dan mempromosikan keindahan wisata baharinya, Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemerintah Daerah Banggai, Sulawesi Tengah akan menyelenggarakan Banggai lnternational Tuna Fishing Tournament (BITFT) 2019 di Kabupaten Banggai pada 27-29 September 2019 mendatang.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Dwisuryo Indroyono Soesilo, BITFT 2019 diselenggarakan sebagai upaya mempromosikan Indonesia khususnya perairan Banggai sebagai destinasi wisata memancing kelas dunia.

"Ini merupakan rangkaian dari event fishing tourism tahun lalu yang terdiri dari tiga turnamen memancing internasional. Tiga turnamen mancing internasional tersebut dikemas dengan nama Indonesia International Fishing Tournament/Festival (IIFT/F) 2019," ujar Indroyono dalam temu media di Kementerian Pariwisata, Senin (24/6/2019).
Indroyono mengatakan, sebelumnya pada 2018 pemerintah daerah Banggai telah menghelat turnamen Wisata Mancing Nusantara yang menargetkan wisatawan domestik. Ia berharap dengan diperluaskan target turnamen mancing ke skala internasional, bisa turut menyumbang devisa negara.

"Kita ingin tingkatkan devisa dari marine tourism yang nilainya 7 kali lipat dari wisata biasa (leisure) yang rata-rata hanya USS 1.100 per orang per kunjungan. Jadi pemasukan devisanya tinggal dikalikan dengan jumlah peserta yang ikut turnamen ini," kata Indroyono.

Indroyono menjelaskan bahwa kegiatan wisata memancing merupakan salah satu amanat dalam Undang-Undang Pariwisata No. 10 Tahun 2009 sebagai salah satu produk wisata bahari yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Sayangnya kata dia, kegiatan wisata mancing belum mendapatkan prioritas dalam pengembangan destinasi serta publikasi sebagaimana produk wisata bahari lainnya, seperti diving, cruise, surfing, dan yacht yang telah berhasil memberikan sumbangan besar terhadap devisa negara.

”Oleh karena itu, tata kelola destinasi dan publikasi kegiatan wisata mancing harus segera dilakukan agar dapat bersinergi dengan produk wisata bahari lain dan value dari sumber daya alam kita dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, kegiatan ini dapat memberikan dampak peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang tahun ini menargetkan 20 juta wisman,” imbuh Indroyono.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo mengatakan bahwa di kalangan wisatawan mancing dunia, perairan Banggai dikenal sebagai destinasi fishing tourism kelas dunia karena terdapat banyak ikan eksotis seperti Banggai Cardinal Fish. Selain itu, perairan Banggai juga masuk dalam jalur migrasi ikan tuna dari kawasan Samudera Pasifik ke Samudera Hindia.

"Kita sudah siapkan hadiah total Rp 500 juta. Untuk fasilitas di sana, peserta tidak perlu khawatir karena sudah ada hotel berbintang 3 dan 4 di sana sehingga turis bisa menginap di sana," tandasnya. (ANP)