Ketum PB HMI : Menolak Keputusan MK Adalah Demokrasi Kriminal!

• Selasa, 25 Jun 2019 - 00:00 WIB

Jakarta - Respiratori Saddam Al jihad selaku Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam mengajak generasi milenial untuk konsisten pada rangkaian demokrasi sesuai koridor hukum untuk menatap kemajuan demokrasi dan mengokohkan kedaulatan rakyat.

 

Salah satu Kandidat Doktor Muda Ilmu Pemerintahan ini menegaskan bahwa siapa pun yang menolak keputusan Mahkamah Konstitusi, maka sedang menjalankan demokrasi tanpa koridor hukum, dan itulah demokrasi kriminal, seperti yang disampaikan Prof Jeffrey Winter.

 

Saddam mengajak seluruh generasi bangsa harus menyudahi politisasi demokrasi, politisasi gerakan, hingga politisasi keputusan konstitusional.

 

"Hari ini yang dibutuhkan adalah mendukung keputusan konstitusional untuk menatap keteraturan demokrasi, merawat kaderisasi kebangsaan, dan menguatkan kepemimpinan kenegaraan untuk kekuatan bersama sebagai Indonesia," kata Saddam.

 

Penulis buku Pancasila Ideologi Dunia ini mengatakan bahwa koridor demokrasi dan politik Indonesia harus berlandaskan pada pedoman dan keputusan konstitusi. 

 

"Ditambah lagi dengan adanya semangat sila ketiga sebagai wujud persatuan Indonesia setelah “ramai-ramai politik” harus segera hadir, dan kami generasi milenial siap untuk generasi pemersatu buka sebagai generasi provokatif, tegas Saddam.

 

Terakhir, Saddam yang berusia 28 tahun ini menyindir bahwa para politisi harus taat dengan hukum, jangan dipolitisasi dan diprovokasi masyarakat dan mahasiswa sehingga sistem “devide et empira” terus dilakukan demi kekuasaan. Itu seperti VOC dimasa penjajahan.

 

Sekali lagi Saddam mengatakan bahwa generasi milenial siap menjadi generasi pemersatu kebangsaan. (mus)