Produk Jurnalistik Berkualitas Kunci Berantas Hoaks

• Rabu, 26 Jun 2019 - 21:35 WIB

JAKARTA - Dewan Pers menyatakan bahwa maraknya penyebaran hoaks atau berita bohong saat pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga di banyak negara. Salah satu kunci untuk memberantas hoaks itu adalah produk jurnalistik yang berkualitas.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers Agus Sudibyo dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Pers di Pusaran Demokrasi", bertempat di Ruang Serba Guna, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Indonesia ini dipuji pengamat asing. Di sini hoaks tidak sampai mempengaruhi hasil pemilu. Masyarakat kita justru relatif memiliki daya tahan menghadapi hoaks. Mungkin karena pers kita bagus. Tetapi, tetap harus ada upaya menangani hoaks, jangan dibiarkan. Kuncinya kembali pada teman-teman pers menyajikan sesuatu yang baik dibandingkan media sosial," ujar Agus.

Agus Sudibyo menjelaskan di dunia ini tidak ada pemilu tanpa hoaks. Ia mencontohkan ketika tahun 2016, pemilu di Amerika Serikat haru biru oleh hoaks dan disinformasi melalui media sosial yang memecah belah antara muslim dan nonmuslim, pendukung imigran dan anti-imigran, serta kelompok kulit hitam dan supremasi kulit putih.

"Ada ratusan akun Facebook, Twitter, memecah belah Amerika, dan ketauan semuanya akun bodong. Kedua, semua itu mayoritas dibikin sebuah lembaga intelijen Rusia. Itu (hoaks) fenomena umum sekali. Situasi yang sama juga terjadi di Pemilu di India, isu Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) juga berbau itu (hoaks)," jelasnya. (ANP)