Ketum PB HMI : Prabowo Sudah Menerima Secara Konstitusional, dan Bagi Yang Menolak Adalah Pelaku Demokrasi Kriminal

• Kamis, 27 Jun 2019 - 21:52 WIB

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Respiratori Saddam Al Jihad mengapresiasi pernyataan Prabowo Subianto yang menghormati putusan MK. Artinya Prabowo-Sandi menerima secara konstitusional putusan itu, dan memahami mekanisme demokrasi kepemiluan melalui koridor hukum, setelah mengajukan keberatan di Mahkamah Konstitusi.

 

"Inilah sikap patriotik Prabowo Subianto untuk menghindarkan konflik horizontal hanya karena persoalan kepemiluan dan politik di masyarakat. Sehingga di luar itu yang menolak hasil MK adalah pelaku demokrasi kriminal," tegas kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan ini.

 

Saddam menekankan bahwa bisa jadi yang “memanas-manasi” situasi demokrasi saat ini adalah musuh kedaulatan rakyat sesungguhnya.

 

"Siapapun yang menolak hasil demokrasi adalah musuh rakyat," katanya.

 

Penulis buku Pancasila Ideologi dunia ini menjelaskan beberapa hal, bahwa siapakah pelaku Devide et empira dalam kondisi demokrasi ini.

 

Pertama, mereka yang tidak pernah senang dengan hadirnya persatuan setelah pesta demokrasi, adalah musuh rakyat yang mengadu domba masyarakat.

 

Kedua, pihak-pihak yang sudah menerima hasil sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi, adalah mereka yang menyadari betul bahwa demokrasi ada mekanisme hukumnya. Di luar itu, yang menolaknya adalah pelaku demokrasi kriminal.

 

Dan ketiga, pihak yang mengadu-domba politik, baik itu di elit atau di akar rumput, dengan menyudutkan siapa pun yang menerima hasil demokrasi, itulah agen asing untuk memecah belah kedaulatan rakyat dan NKRI secara sosial politik.

 

Terakhir Saddam menekankan bahwa generasi milenial siap merajut persatuan dan meyakini tidak akan bisa diadu domba oleh pihak-pihak yang menghayal untuk memecah belah rakyat dengan isu politik. (mus)