Ketika Dunia Tanpa The Beatles dalam Yesterday

• Thursday, 27 Jun 2019 - 22:09 WIB

Genre: Komedi, romantis

Sutradara: Danny Boyle (Slumdog Millionaire, Trainspotting, 28 Days Later)

Penulis skenario: Richard Curtis (Four Weddings and a Funeral, Love Actually and Notting Hill)

Pemeran: Himesh Patel, Lily James, Ed Sheeran, Kate McKinnon

Durasi: 2 jam

Distributor: UIP Indonesia - United Inernational Pictures Indonesia (Paramount Pictures, Universal Pictures)

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 28 Juni 2019.

 

Bagaimana kalau tak ada seorang pun di dunia mengenal dan mengingat musik The Beatles? 

Ide cerita ini mengangkat karya John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, Ringo Starr. 
Dengan pengandaian soal tidak pernah terkenalnya mereka, membuat "Yesterday" menjadi komedi romantis unik, 
diselingi lagu-lagu di antaranya:

Yesterday
She Loves You
I want to Hold Your Hand
I Saw Her Standing There
In My Life
Back in the USSR 
The Long and Winding Road

Jika karya-karya tersebut kurang familiar bagi Anda, maka film "Yesterday" akan menjadi pemancing yang mengesankan, untuk mengenal tentang The Beatles lebih banyak. 

Bersiaplah untuk berkenalan dengan Liverpool, kota kelahiran The Beatles, termasuk tempat-tempat yang menjadi inspirasi lagu bagi seperti di Penny Lane, makam Eleanor Rigby, dan lahan Strawberry Fields Forever. 

Elemen-elemen komedi yang tetap sopan juga menjadikan "Yesterday" enak diikuti, lengkap dihiasi kontradiksi tentang ciri khas Inggris dan Amerika Serikat, mulai dari Pepsi vs Coca Cola sampai Los Angeles vs Liverpool.

Sementara lapisan cerita yang lebih 'dalam' dan emosional, disampaikan oleh tokoh Jack Malik, penyanyi sekaligus penulis lagu di kota kecil di Inggris.

Jack berusaha bertahan meniti karier sebagai musisi, di sela-sela pekerjaannya sebagai penjaga toko ritel. Namun dia hampir frustasi karena usahanya tampil dari panggung ke panggung, tampak sia-sia.  Padahal Jack didukung penuh teman masa kecil sekaligus manajernya, Ellie. 

Dalam kebimbangannya, Jack mengalami kecelakaan saat terjadi pemadaman listrik global. Dia terbangun dalam dunia yang aneh. Dia menyadari, dalam dunia baru tersebut, tak ada seorang pun mengenal The Beatles.  Keanehan dimulai saat Jack menyanyikan lagu Yesterday.

Teman-teman di sekitarnya merasa asing sekaligus menyukai lagu tersebut. Jack menjelaskan "Yesterday" ditulis Paul McCartney, salah satu personil The Beatles.

Masalahnya, tak seorang pun mengenal The Beatles, apalagi sosok Paul McCartney.  Semua orang merasa baru pertama kali mendengar dengan lagu tersebut, sehingga segala puja-puji disampaikan ke Jack atas lagu-lagu The Beatles. 

Jack pun mulai mengingat kembali lirik lagu-lagu The Beatles, untuk dimainkan dan diklaim sebagai karyanya. Meski awalnya tetap sulit mengenalkan karya The Beatles, tetapi Jack terus mengingat lirik lagu-lagu lain, sehingga terdengar seperti aslinya.

Dengan begitu, karier Jack mulai menanjak. Dia diajak menjadi pembuka konser penyanyi terkenal Ed Sheeran, kemudian diorbitkan di Amerika Serikat melalui seorang agen di Los Angeles.

Cita-cita Jack menjadi terkenal pun tercapai.  Ketenaran sudah di depan mata berkat karya indah yang tak pernah benar-benar ditulisnya, tetapi sekadar diingatnya. Jack mulai dihantui kebohongan yang awalnya terasa indah. Konflik mulai muncul ketika Jack dihadapkan dengan resiko mega bintang, kehilangan kreativitas dan originalitas, termasuk harus merelakan orang yang dicintainya. 

 

Kekaguman dan kecintaan sutradara Danny Boyle dan penulis skenario Richard Curtis pada The Beatles, terasa sangat kuat, sehingga membuat penonton merasa betah menyaksikan "Yesterday".

Boyle dan Curtis sebelumnya pernah bekerja sama dalam upacara pembukaan Olimpiade di London 2012. Seremoni yang biasanya terkesan serius itu, untuk pertama kali menjadi lucu, setelah Boyle dan Curtis ikut melibatkan Mr. Bean, yang diperankan Rowan Atkinson.

Kedua sineas terkemuka ini, pernah menghasilkan karya berbeda, yang sama-sama mengangkat ciri khas Inggris, dengan sinematik dan 'ending' menyenangkan.

Begitu juga dalam "Yesterday", yang penuh dengan hiburan romansa, baik dari segi cerita, maupun lirik-lirik The Beatles sendiri. 

Selain itu, "Yesterday" juga menceritakan tentang segala kemungkinan tanpa batas, soal apa yang hilang, dan bagaimana meraihnya kembali. Bagi sutradara Boyle, musik The Beatles mewakili momen fundamental di mana dunia ini, bisa keluar dari setengah abad perang dunia, dan terlahir kembali.

Sutradara Boyle mnyatakan, "Ini menggeser dunia pada porosnya ketika orang-orang diberi kekuatan naluri mereka, tentang seni, cinta dan puisi. Semua hal yang ada di lagu-lagu itu secara fundamental mengubah dunia menjadi kekuatan gerakan… menuju kaum muda dan kegemilangan genre pop. Orang-orang memutuskan untuk hidup. Semua karena keempat orang (personil The Beatles) ini."

Jadi jika Anda penggemar komedi romantis, fans The Beatles, penikmat sinema Inggris, atau pun kombinasi semuanya, maka "Yesterday" akan menjadi hiburan yang membuat kaki terhentak, masa lalu kembali terbayang, dan tanpa henti melantunkan: 

Na, na, na, na-na-na na
Na-na-na na, hey Jude