Asia Paling Mahal untuk Ekspatriat

• Rabu, 3 Jul 2019 - 21:42 WIB

Perusahaan-perusahaan multinasional melakukan pemindahan karyawan sebagai strategi mendukung pengembangan karir dan daya saing global

  • Jakarta naik 12 peringkat ke peringkat 105
  • Hong Kong tetap menjadi kota termahal dunia 
  • Delapan dari sepuluh kota termahal dunia berada di Asia

Delapan dari sepuluh kota termahal dunia berada di Asia akibat harga barang konsumen yang tinggi dan pasar perumahan yang dinamis, di mana Jakarta (105) naik 12 peringkat, berdasarkan Survei Biaya Hidup tahunan ke-25 tahun 2019 yang dirilis oleh Mercer.

Hong Kong menempati peringkat teratas kota termahal dunia selama dua tahun berturut-turut dengan pasar perumahan yang semakin tidak terjangkau. Kota-kota lain yang berada di peringkat sepuluh besar antara lain Tokyo (2), Singapura (3), Seoul (4), Zurich (5), Shanghai (6), Ashgabat (7), Beijing (8), New York (9), dan Shenzhen (10). Ashgabat di Turkmenistan mengalami kenaikan tertinggi, melonjak 36 peringkat dari peringkat 43 pada tahun 2018, akibat kelangkaan mata uang dan kenaikan harga produk-produk impor.

Mario Ferraro, Global Mobility Practice Leader Mercer untuk Asia, Timur Tengah, dan Afrika mengatakan bahwa kenaikan peringkat Jakarta terutama disebabkan oleh pertumbuhan investasi asing dan pasar ekspatriat yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, seiring dengan perkembangan kota-kota lain.

“Jakarta telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam hal infrastruktur, dan terus menjadi pasar yang menarik bagi perusahaan-perusahaan asing. Akomodasi yang cocok untuk ekspatriat masih relatif langka dibanding permintaan. Selain itu, kami melihat ekspatriat cenderung memilih tinggal di pusat kota yang pasar perumahannya mahal karena pertimbangan kemacetan lalu lintas dan waktu perjalanan,” ujar Ferraro.

Ferraro juga menyebut bahwa Asia terus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi global yang utama.

“Terlepas dari biaya hidup yang relatif tinggi, banyak perusahaan masih melihat alasan bisnis yang kuat untuk memindahkan karyawan ke Asia atau antar negara Asia. Pada saat yang bersamaan, pertimbangan biaya masih menjadi isu, dan kami melihat perusahaan-perusahaan semakin fokus mencari alasan bisnis yang jelas untuk penugasan, serta mengukur imbal hasil investasi,” jelasnya.

Survei tahun ini meliputi 209 kota di lima benua dan mengukur lebih dari 200 komponen biaya hidup di setiap kota, termasuk perumahan, transportasi, makanan, pakaian, perlengkapan rumah tangga, dan hiburan.

Di antara kota-kota besar dunia, harga tiket bioskop, kopi, sewa properti, dan bahan bakar di Hong Kong adalah yang paling mahal, sedangkan Beijing menduduki peringkat teratas harga susu yang mencapai US$4,45 dibanding hanya US$1,21 di New York.

Survei Mercer yang diakui secara luas merupakan salah satu survei yang paling komprehensif di dunia, dirancang untuk membantu perusahaan-perusahaan multinasional dan pemerintah menentukan kompensasi dan tunjangan untuk karyawan ekspatriat. New York dijadikan kota standar untuk semua perbandingan, serta pergerakan mata uang diukur terhadap dolar AS.

“Dalam perekonomian yang fokus pada keterampilan yang didorong oleh disrupsi digital dan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang terhubung secara global, penempatan ekspatriat merupakan aspek penting terhadap strategi bisnis kompetitif perusahaan-perusahaan global. Ada sejumlah keuntungan bagi perorangan dan institusi yang mengirim karyawan ke luar negeri, termasuk pengembangan karir, pengalaman global, keahlian baru, dan realokasi sumber daya. Dengan menawarkan paket kompensasi yang adil dan kompetitif, perusahaan dapat memfasilitasi pemindahan karyawan yang dapat mendorong bisnis,” kata Ilya Bonic, President Career Business Mercer.

Penjelasan Regional

Asia Pasifik

Delapan dari sepuluh kota termahal dalam peringkat tahun ini berada di Asia akibat pasar perumahan yang kuat. Hong Kong (1) tetap menjadi kota termahal bagi ekspatriat baik di Asia maupun global akibat pasar perumahan dan pelemahan mata uang terhadap dolar AS, sehingga biaya hidup menjadi tinggi. Pusat finansial global tersebut diikuti oleh Tokyo (2), Singapura (3), Seoul (4), Zurich (5), Shanghai (6), dan Ashgabat (7).

Mumbai (67) adalah kota termahal di India, diikuti oleh New Delhi (118) dan Chennai (154). Bengaluru (179) dan Kolkata (189) merupakan kota termurah di India yang ada dalam peringkat. Di bagian lain Asia, Bangkok (40) meningkat 12 peringkat dari tahun lalu. Hanoi (112) dan Jakarta (105) juga masing-masing naik 25 dan 12 peringkat. Bishkek (206) dan Tashkent (208) tetap menjadi kota termurah di Asia untuk ekspatriat.

Sedangkan kota-kota Australia terus mengalami penurunan dalam peringkat karena penguatan mata uang terhadap dolar AS. Sydney (50), kota dengan peringkat paling tinggi di Australia untuk ekspatriat, turun 21 peringkat. Melbourne (79) dan Perth (87) masing-masing turun 21 dan 26 peringkat.

Tentang Mercer

Mercer memberikan saran dan solusi berbasis teknologi untuk membantu perusahaan memenuhi kebutuhan kesehatan, kesejahteraan dan karier yang terus berubah. Lebih dari 23.000 karyawan Mercer berbasis di 44 negara dan perusahaan beroperasi di lebih dari 130 negara. Mercer adalah anak perusahaan yang dimiliki seluruhnya oleh Marsh & McLennan Companies (NYSE: MMC), perusahaan jasa profesional global yang terkemuka di bidang risiko, strategi, dan sumber daya manusia. Dengan 75.000 kolega dan pendapatan tahunan hampir $17 miliar, melalui perusahaan-perusahaannya yang menjadi pemimpin pasar termasukMarshGuy Carpenter dan Oliver Wyman, Marsh & McLennan membantu klien menghadapi lingkungan yang semakin dinamis dan kompleks. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.asean.mercer.com. Ikuti Mercer di Twitter @Mercer.

Mercer juga menyediakan saran dan data pasar tentang manajemen kompensasi internasional dan ekspatriat, dan bekerja dengan perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia. Mercer mengelola salah satu database paling komprehensif tentang kebijakan penugasan internasional, praktik kompensasi, dan data mengenai biaya hidup, perumahan, dan tunjangan di seluruh dunia. Konferensi global tahunan dan acara-acara lain memberikan tren terbaru dan riset mengenai isu pemindahan karyawan. Silahkan kunjungihttps://mobilityexchange.mercer.com/ untuk informasi lebih lanjut. Ikuti berita tentang Mercer di Twitter @Mercer.

(*)