Ini Kriteria Calon Menteri Versi HMI

• Thursday, 4 Jul 2019 - 10:56 WIB

Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan mengisi beberapa posisi menteri dari kalangan muda atau kaum milenial. Dengan masuknya kaum milenial pada kabinet Jokowi-Maruf Amin diharapkan memberikan penyegaran politik di kabinet  Jokowi-Maruf tersebut. Menurut Jokowi, di era globalisasi saat ini diperlukan orang-orang yang dinamis, fleksibel, dan mampu mengikuti perubahan zaman yang sangat cepat.

 

Menanggapi akan masuknya generasi milenial dalam kabinet Jokowi, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Respiratori Saddam Al Jihad memberikan apresiasi positif. Menurut Saddam, Presiden pertama Indonesia Soekarno mengatakan : "Beri Aku 10 Pemuda, Maka Akan Kuguncang Dunia!  

 

"Ungkapan Soekarno itu membuktikan pemuda mempunyai kemampuan dan kompetensi dalam melakukan perubahan. Di Amerika Serikat, kabinet dan jabatan pemerintahan diisi anak-anak muda, Inggris juga. Dan di Malaysia diisi anak muda yang profesional," kata Saddam dalam keterangannya, Kamis (4/7/2019).

 

Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN ini mengungkapkan, pemuda memiliki semangat tinggi dalam membangun bangsa. Selain itu keterlibatan kaum muda dibutuhkan untuk memuluskan kaderisasi di Indonesia, sehingga estafet kepemimpinan Indonesia ke depan mempunyai warna baru.

 

"Kalau di cabinet, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan cocok diisi generasi milenial," terangnya.

 

Dijelaskan Saddam, masuknya generasi milenial di kabinet Jokowi menjadi terobosan penting, dan mewujudkan youth government (kepemimpinan pemuda). Apalagi di era digitalisasi menjadi wadah yang tepat bagi milenial masuk ke jajaran kabinet.

 

"Youth government ke depan harus mengakar dan menguatkan pondasi Pancasila," imbuhnya.

 

HMI, ucapnya, mengagas penyambung berbagai generasi. HMI pun berkomitmen dalam mempersatukan dan menjaga persatuan bangsa. Sebab generasi milenial-lah yang menjadi pewaris kebangsaan di masa depan.

 

"Generasi milenial lebih otentik. Pemilu kemarin 42 persen generasi milenial ikut pemilu. Berarti generasi milenial ikut andil dalam pembangunan masa depan negara," tutur Saddam yang kini masih berumur 28 tahun ini.

 

Ke depan, jelasnya, generasi milenial yang mengisi pemerintahan dapat menjadi energi baru. Saddam pun menilai generasi milenial mempunyai kecintaan yang sama dalam Indonesia.

 

"Kita bicara generasi milenial itu harus dihidupkan. Generasi milenial siap masuk ke kabinet, BUMN dan Duta Besar," tegasnya.

 

Visi pemerintahan, tambahnya, adalah bagaimana mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Dan SDM terbesar adalah generasi milenial. Generasi milineal harus dipilih dari kalangan muda yang mempunyai visi ke-Indonesiaan, visi keumatan yang harus kuat. Selain itu memiliki kekuatan, kepemimpinan dan kompetensi dalam bidang teknologi.

 

"Saya yakin bila ke depan anak-anak diberi amanah kabinet akan diberi visi kenegaraan. Kalau tidak bahaya. Sebab generasi milenial itu yang mampu menangkal bahaya radikalisme, terorisme dan hedonisme. Jangan sampai generasi milenial muncul sifat radikalisme dan hedonisme," katanya. (mus)