HMI Dukung Langkah Jokowi Pilih Menteri dari Kalangan Milenial

• Kamis, 4 Jul 2019 - 16:13 WIB

JAKARTA - Rencana Presiden Joko Widodo menempatkan anak muda dalam kabinet pada periode kedua pemerintahannya terus mendapatkan dukungan. Teranyar datang dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).

 

HMI berpandangan masuknya kaum milenial pada kabinet Jokowi-Maruf Amin akan memberi penyegaran politik. Selain itu, penempatan anak muda di kursi menteri akan menjadi alih generasi untuk mengikuti perubahan zaman yang sangat cepat.

 

Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad menilai terobosan Jokowi selaras dengan pernyataan Presiden pertama Indonesia, Soekarno yang sangat populer, yakni "Beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia."

 

"Dari ungkapan Soekarno tersebut membuktikan pemuda mempunyai kemampuan dan kompetensi dalam melakukan perubahan. Di Amerika Serikat, misalnya, kabinet dan jabatan pemerintahan diisi anak-anak muda. Inggris juga Malaysia, juga diisi anak muda yang profesional," kata Saddam, Kamis (4/7/2019).

 

Kandidat doktor Ilmu Pemerintahan IPDN ini mengungkapkan, pemuda miliki semangat tinggi dalam membangun bangsa. Selain itu, terobosan ini dapat mewujudkan berjalannya kaderisasi di Indonesia, sehingga estafet kepemimpinan Indonesia ke depan mempunyai warna baru.

 

"Di kabinet Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan cocok diisi generasi milenial," ujarnya.

 

Menurut Saddam, masuknya generasi milenial di kabinet Jokowi menjadi terobosan penting karena akan mewujudkan kepemimpinan pemuda (youth government). Apalagi di era digitalisasi menjadi wadah yang tepat bagi milenial masuk ke jajaran kabinet.

 

HMI, ucapnya, mengagas dan menjadi penyambung berbagai generasi. HMI pun berkomitmen dalam mempersatukan dan menjaga persatuan bangsa serta meyakini generasi milenial akan menjadi pewaris kebangsaan di masa depan.

 

"Generasi milenial lebih otentik. Pemilu kemarin 42 persen generasi milenial ikut pemilu. Berarti generasi milenial ikut andil dalam pembangunan masa depan negara," tutur Saddam.

 

Ke depan, generasi milenial yang mengisi pemerintahan dapat menjadi energi baru. Saddam pun menilai generasi milenial mempunyai kecintaan yang sama dalam membangun Indonesia.

 

"Saya yakin bila ke depan anak-anak diberi amanah kabinet akan diberi visi kenegaraan. Kalau tidak bahaya. Sebab generasi milenial itu yang mampu menangkal bahaya radikalisme, terorisme dan hedonisme. Jangan sampai generasi milenial muncul sifat radikalisme dan hedonisme," katanya.

 

Presiden Jokowi sebelumnya menyebutkan bahwa jajaran kabinetnya kemungkinan akan diisi beberapa anak muda. Ini seperti dilakukan sejumlah negara. Kriteria anak muda tersebut yaitu eksekutor andal yang memiliki manajerial kompeten, dinamis, fleksibel, dan mampu mengikuti perubahan zaman.

 

Putri Presiden ke-4 RI (alm) KH Abdurrahman Wahid, Zannubah Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau akrab disapa Yenny Wahid mendukung rencana tersebut. Menurut Yenny, generasi milenial mempunyai cara berpikir atau perspektif yang jauh lebih segar.