Ansar Sempat Ancam Bunuh Sepupu Jika Bocorkan Pernikahannya dengan Adik Kandung

• Friday, 5 Jul 2019 - 15:28 WIB

MAKASSAR – Fakta baru terungkap dari kasus pernikahan sedarah warga asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ansar (32) yang menikahi adik kandungnya Fitriani (20), beberapa waktu lalu di Kalimantan Timur (Kaltim), sempat mengancam membunuh sepupunya jika membocorkan pernikahan terlarangnya itu.



Kepala Dusun Lembang, Desa Salemba, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, Fikrawan mengatakan, informasi itu mereka peroleh langsung dari sepupu Ansar bernama Supriadi alias Ato, yang tinggal di Jalan Tirtayasa RT 58 Balikpapan Tengah Gunung Sali Ilir, Kaltim. Supriadi lah yang pertama kali menyampaikan informasi mengenai pernikahan Ansar dan adik kandungnya kepada keluarga di Bulukumba.


“Dia melaporkan kalau Ansar berada di rumahnya. Ansar ingin menikahi adiknya dengan alasan sudah hamil. Supriadi bahkan sempat diancam akan dibunuh pelaku jika nekat membocorkan pernikahan itu kepada keluarganya di Bulukumba,” kata Fikrawan, Kamis (4/7/2019).

 

Karena diancam, Supriadi saat itu hanya bisa pasrah dan tak kuasa menghalangi perbuatan nista sepupunya. Namun, diam-diam dia memberanikan diri mengabadikan prosesi pernikahan Ansar dan Fitri melalui kamera ponselnya, baik berupa foto maupun video.


“Selanjutnya dia mengirimkan ke saudara Ansar yang ada di Lembang. Itulah yang akhirnya viral di media sosial,” kata Fikriawan.


Istri sah Ansar, Hervina (28), kemudian melaporkan suaminya ke polisi karena telah berselingkuh dengan adik kandungnya, Fitriani. Foto dari sepupu Ansar, diharapkan bisa dijadikan barang bukti agar polisi dapat segera menangkap Ansar.


Hervina sebelumnya juga mengatakan, Fitri sebelumnya sempat dilamar laki-laki lain yang masih saudara sepupunya. Namun, Ansar meminta Fitri menolak lamaran itu. Padahal, semua keluarga besar saat itu sudah menerima lamaran tersebut.


Belakangan diketahui Ansar sengaja menolak adiknya dilamar sepupu mereka karena dia sendiri ingin menikahi adik kandungnya itu. Hanya berselang tiga hari setelah dilamar oleh sepupunya, Ansar dan Fitri meninggalkan kampung halaman di Dusun Lembang Desa Salemba, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, menuju Kaltim.

Saat itu kondisi Fitri diketahui sudah hamil empat bulan. Satu minggu kemudian setelah Ansar dan Fitri meninggalkan Bulukumba, keduanya diketahui melangsungkan pernikahan di Kaltim.